kong
1001 Film di 1001Berita.com. Kong mengamuk di bioskop-bioskop Jakarta sejak 8 Maret 2017. Menghibur sekaligus menegangkan menyaksikan pertarungan antara Kong dan Kadal bengis. Kong menjaga keindahan pulau tengkorak dari ambisi para pendatang, melindungi manusia penduduk lokal dari serangan kadal bengis.

  • Produser : Mary Parent, Thomas Tull, Jon Jashni, Alex Garcia
  • Sutradara : Jordan Vogt-roberts
  • Penulis : Dan Gilroy, Max Borenstein
  • Produksi : Warner Bros. Pictures
  • Tom Hiddleston sebagai Conrad, tentara bayaran
  • Brie Larson sebagai Weaver, fotografer
  • Samuel L. Jackson sebagai Packard, tentara AS di Vietnam
  • John C. Reilly sebagai Marlow, tentara AS di PD II
  • John Goodman sebagai Randa, ilmuwan
  • Corey Hawkins sebagai Brooks, ilmuwan
  • Tian Jing sebagai San
  • Toby Kebbell sebagai Chapman, tentara AS di vietnam

1944, saat perangdunia ke 2 masih berlangsung sengit, Marlow melompat keluar dari pesawatnya yang tertembak. Tak berapa lama kemudian, sebuah pesawat juga jatuh, pilotnya juga berhasil selamat. Marlow mendekati orang tersebut karena mengira temannya, ternyata seorang tentara Jepang, Gunpei Ikari. Marlow menembak ke arah  Ikari, namun meleset hingga kehabisan peluru. Gantian Ikari mengejar Marlow hendak menebasnya menggunakan Samurai. Perkelahian terhenti saat sosok sangat besar warna hitam memperlihatkan ke dua tangan dan wajah kerasnya.

1973, saat pemerintah AS menghentikan perang di Vietnam, Randa dan Brooks mengajukan ijin untuk melakukan pemetaan dan penelitian di suatu pulau terpencil yang belum pernah dikunjungi seorangpun pada temannya, anggota senator AS.

Randa dan Brooks berangkat ke pulau terpencil yang dinamakan Skull Island, ditemani oleh Packard dan beberapa tentara AS yang sebelumnya ditugaskan dalam perang Vietnam. Randa juga menyewa seorang  tentara bayaran sebagai pendamping mereka. Dalam rombongan, terdapat Weaver, seorang jurnalis wanita yang pemberani. Keberangkatan menggunakan kapal laut besar tidak berjalan mulus, hampir gagal karena badai menyelimuti kepulauan terpencil tersebut. Randa dan Packard memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter tempur menembus badai.



Rombongan peneliti dan tentara berhasil melewati awan hitam dengan banyak petir menyambar. Tiba di sisi dalam awan hitam, melewati barisan pulau hijau yang sangat indah dan sangat tenang. Helikopter pertama berhasil mendarat. Kemah dan alat-alat penelitian di pasang.  Helikopter lainnya terus terbang. Bom-bom penelitian di terjunkan hingga menimbulkan banyak ledakan. Tiba-tiba sebuah helikopter jatuh terkena batang pohon kelapa. Sosok hitam besar seperti gorilla besar berdiri dan mengamuk, menghancurkan helikopter lainnya. Perlawanan sempat diberikan oleh Packard dkk, namun mereka semua tumbang. Terpisah berjauhan. Helikopter yang berisi perbekalan senjata jatuh, hanya Chapman yang selamat.

Conrad, Weaver, Brooks dan San berada dalam 1 rombongan yang tersesat memasuki hutan. Mereka menemukan sekelompok batuan yang tersusun rapi. Saat Weaver hendak mengambil foto, batu-batu dengan cat warna putih bergerak. Mereka di kepung oleh penduduk asli lengkap dengan tombak mengarah ke mereka. Tiba-tiba tampil ke depan seorang tua gendut dengan brewok berbicara dengan bahasa Inggris menyapa mereka. Dia adalah Marlow, tentara AS yang tidak bisa kembali usai Perang Dunia II. Mereka di perkenalkan dan di undang masuk ke pemukiman penduduk asli oleh Marlow. Mereka menikmati makan dan istirahat malam di pemukiman penduduk. Marlow ceritakan bahwa Kong adalah pelindung penduduk asli. Kong dianggap dewa oleh penduduk asli. Keluarga Kong telah habis oleh serangan kadal raksasa. Mereka menyaksikan keindahan langit malam yang cerah berisi banyak bintang dan aurora borealis. Conrad dan Weaver menyelinap keluar, naik ke tebing yang tinggi. Tiba-tiba mereka melihat sosok Kong, gorilla raksasa yang telah menghancurkan helikopter mereka. Di tubuh Kong ada banyak luka. Kong hanya diam saat Weaver menyentuh wajahnya. Kemudian Kong beranjak pergi meninggalkan Weaver.

Pagi harinya, Marlow mengajak Conrad dkk untuk melihat dan memperbaiki perahu rakitannya yang merupakan gabungan 2 pesawat terbang. Dengan semangat mereka bekerja sama dan memperbaiki perahu tersebut. Mereka hendak gunakan perahu tersebut untuk tiba di lokasi penjemputan pesawat yang telah ditentukan sebelumnya. Mereka pamitan dengan penduduk asli. Setelah jauh, mereka hidupkan radio dan menangkap panggilan dari rombongan Packard. Mereka menuju bom suar yang di lontarkan oleh rombongan Packard. Akhirnya mereka bertemu kembali dengan Packard, Randa dkk. Mereka berbeda pendapat saat hendak melanjutkan perjalanan. Rombongan Conrad ingin melanjutkan ke lokasi penjemputan sedangkan Packard ingin menemukan Chapman di lokasi jatuhnya pesawat. Packard ingin mengambil semua persediaan senjata untuk digunakan menyerang Kong. Packard ingin membalaskan kematian anak buahnya. Dengan terpaksa Conrad dkk mengikuti keingian Packard.



Mereka tiba di suatu dataran gersang yang dipenuhi oleh banyak tengkorak besar. Tiba-tiba kadal bengis datang. Mereka berlarian dan bersembunyi. Kadal bengis tersebut muntah dan mengeluarkan kalung Chapman. Conrad sempat mengambil kalung tersebut setelah Kadal bengis pergi. Kadal tersebut mencium bau manusia dan menyerang. Randa dan beberapa orang lainnya menjadi santapan kadal tersebut. Situasi bertambah menyeramkan dengan kedatangan burung-burung bengis. Conrad berusaha menolong Weaver yang diserang oleh burung-burung tersebut. Conrad menggunakan Samurai milik Marlow untuk menebas burung-burung bengis. Saat Conrad terdesak, Weaver melihat korek gas milik Conrad dan mengambilnya, menyalakannya dan melempar ke arah burung-burung bengis tersebut. Ledakan besar terjadi karena dataran  gersang  tersebut di penuhi oleh gas yang mudah terbakar. Mereka melanjutkan perjalanan. Conrad berhasil meyakinkan Packard untuk tidak menjemput Chapman karena Chapman telah tewas.

Tengah malam, Packard dan anak buahnya meninggalkan rombongan, memasang banyak bom dan jebakan lainnya. Keinginan mereka terkabul, Kong datang dengan amarah. Packard tak bergeming menantang Kong yang mendekat. Kemudian Packard melemparkan obor yang dipegangnya ke air. Air  menyala dengan hebat membakar  Kong. Kong jatuh terjerembab, namun tangannya sempat menerpa Packard.

Hari telah siang. Tiba-tiba seekor kadal bengis datang mendekat. Cole yang telah kelelahan mencoba menolong mereka dengan cara meledakkan dirinya, namun ia hanya di sapu oleh ekor kadal tersebut. Kadal bengis tersebut terus menyerang Conrad dan rombongannya. Kong terbangun dari pingsannya, ia hendak menolong, namun ia terikat banyak rantai besi. Bantuan datang, Brooks dan San menembakkan senapan otomatis ke arah kadal bengis. Weaver juga melontarkan bom suar dan tepat menancap di mata kadal. Kong berhasil melepaskan rantai besi yang membelitnya, namun sapuan tangannya meruntuhkan tebing dimana Weaver berdiri hingga Weaver terjatuh ke air dan tenggelam. Tangan besar Kong menangkap dan menyelamatkan Weaver. Kadal bengis menerkam tangan Kong yang masih menggenggam Weaver. Kong menarik keluar tangannya dan menarik keluar lidah kadal tersebut hingga tewas.

Conrad, Weaver, Marlow, Brooks dan San melanjutkan perjalanan menggunakan perahu, di kejauhan mereka melihat rombongan helikopter penyelamat menjemput mereka. Dari kejauhan mereka juga melihat Kong berdiri tegap.

Simak tips ngopi di bioskop