Alpha

Petualangan Keda dan Alpha, di tinggalkan oleh kawanannya dalam keadaan terluka parah, berjuang melawan keras dan buasnya alam eropa 20.000 tahun yang silam. Tayang sejak 26 September 2018. Untuk penonton usia 13 tahun ke atas.

  • Produser : Albert Hughes, Andrew Rona
  • Sutradara: Albert Hughes
  • Penulis : Daniele Sebastian Wiedenhaupt
  • Produksi : Sony Pictures

Alpha

Keda, putra tunggal kepala suku telah lulus seleksi untuk ikut berburu bersama para pria di desanya. Seleksi dilakukan dengan cara pembuatan mata tombak dari sebilah batu. Dari 5 pemuda yang ikut seleksi, hanya 2 yang lulus.

Berburu hewan liar diadakan untuk mengumpulkan makanan sebagai bekal di musim dingin. Perjalanan melewati padang rumput dan hutan belantara. Hingga tiba di tugu perbatasan, bergabung dengan suku lainnya. Saat istirahat di malam hari, semua anggota berkumpul mengelilingi api unggun, tiba-tiba terdengar suara aneh dari belakang mereka, dari balik semak belukar yang rimbun, namun tidak muncul sosok apapun, mereka duduk kembali. Baru saja mereka duduk, seorang anggota pemburu yang masih muda, yang baru pertama kali ikut berburu di terkam dan di bawa lari oleh seeokor harimau besar. Para anggota pemburu tidak berusaha mencari atau menyelamatkan temannya, mereka merelakan dan membuat tumpukan batu nisan.  

Alpha

Perburuan besar yang di tunggu akhirnya tiba, seorang pemburu menemukan kotoran sapi liar dalam jumlah banyak dan besar. Para pemburu melapisi wajah dan sekujur tubuh mereka dengan lumpur tanah. Di depan mereka, kawanan sapi liar tengah asik makan rumput. Kehadiran para pemburu di ketahui oleh kawanan sapi tersebut yang segera menyerang. Kawanan sapi takut oleh tombak-tombak yang di lemparkan ke arah mereka hinnga mereka berbalik arah dan terus berlari hingga jatuh ke jurang. Ada 1 sapi besar yang berbalik arah dan menyerang Keda hingga terluka tak berdaya. Sang ayah melempar tombak ke arah sapi yang sedang mengamuk dengan membawa Keda di tanduknya. Lemparan tombak tepat menghujam tubuh sapi namun tidak mampu menyelamatkan Keda yang terlempar ke jurang. Keda sempat memegang dinding batu, namun dinding batu rontok dan Keda tetap jatuh di tebing, jauh dari jangkauan ayahnya di atas, jauh juga dari bawah. Keda tak sadarkan diri. Para pemburu telah mengira Keda tewas. Mereka berusaha membujuk kepala suku untuk merelakan kepergian anaknya dan kembali ke desa mereka. Akhirnya Keda di tinggalkan.  

Alpha

Keda terbangun di antara pohon tumbang karena banjir. Ia minum air sungai di dekatnya. Ia makan cacing untuk penyambung hidupnya. Tiba-tiba kawanan anjing berusaha menyerangnya, ia berlari ke arah pohon yang besar yang tumbang, ia menikam seekor anjing yang berusaha menggigitnya. Ia tertidur kelelahan di patahan pohon besar. Saat terbangun, ia melihat anjing putih yang di tikamnya masih berada di bawah pohon di dekatnya.. Keda menggendong anjing tersebut ke tempat yang lebih tinggi, ke tempat yang lebih aman dari serangan hyena, di dalam gua batu. Keda akhirnya bisa membuat api unggun menggunakan batang kayu kering, teringat ajaran ayahnya untuk sabar dan tekun. Keda menamakan anjing putih tersebut sebagai Alpha. Ia merasa senasib dengan anjing tersebut, di tinggalkan oleh kawanannya dalam keadaan tidak berdaya. Keda berusaha mengobati Alpha menggunakan tumbuhan di sekitarnya, sambil tetap berusaha memulihkan kakinya yang bengkak.

Keda dan Alpha semakin pulih dan semakin akrab. Mulai dari berburu kelinci, berburu ikan hingga berburu babi liar di lakukan bersama untuk menyambung hidup mereka. Di suatu malam, Alpha berhasil bertemu kembali dengan kawanannya. Namun ia kembali pada Keda dan menemaninya untuk kembali ke desanya. Bersama mereka melawan gerombolan hyena dan harimau yang jauh lebih besar badannya.

Musim dingin tiba, mereka terus berjalan melintasi padang es yang luas. Keda jatuh kedalam air dingin, di bawah permukaan danau yang membeku. Alpha membantu menyelamatkan Keda dengan cara memecahkan es tipis yang menutupi permukaan danau.

Perjalanan di tengah siraman salju dan terpaan angin dingin terus di lanjutkan. Mereka berhasil tiba di batas desa, menemukan tumpukan batu besar penanda desa yang sudah tertutup salju tebal, Alpha berbaring dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Keda menggendongnya hingga masuk ke dalam perkemahan sukunya. Berdua mereka jatuh kelelahan berbaring di tanah dingin. Sang ayah sekaligus kepala desa menyambut Keda dengan takjub karena tak mengira Keda masih hidup, begitu pula dengan ibunya.

Keda dan Alpha di bawa masuk kedalam kemah untuk di rawat. Alpha melahirkan banyak anjing kecil, Alpha dan anak-anaknya menjadi bagian dari suku tersebut.

Simak tips ngopi di bioskop