Di Indonesia, Pernikahan bukan hanya menyatukan 2 pribadi menjadi 1 keluarga, tapi menyatukan 2 keluarga besar dari masing-masing mempelai. Pernikahan menjadi puncak dari hubungan yang terjalin sejak masa perkenalan, pacaran, tunangan hingga mengikat janji suci dalam pernikahan. Acara pernikahan seringkali di iringi dengan mengadakan pesta atau perayaan syukur. Pesta pernikahan tersebut diadakan dengan mengundang keluarga, tetangga, rekan kerja dan kerabat lainnya. Persiapan pestanya beberapa bulan, acara pestanya hanya beberapa jam, menjalani pernikahannya hingga akhir masa.

Proses nikah dari perkenalan keluarga, lamaran hingga mengucapkan janji suci dan mengikatkan cincin pada pasangan mempelai disaksikan oleh banyak orang sebagai saksi pernikahan dan mendapatkan berkat/restu dari keluarga yang hadir dan tamu undangan. Acara dilanjutkan dengan resepsi atau pesta nikah atau jamuan makan. Pesta nikah tidak harus besar dan mewah, pesta nikah juga bisa dilakukan dengan cara sederhana, tergantung kemampuan dan persiapan dari pasangan pengantin dan keluarganya.

Pernikahan adalah moment penting untuk mulai menerima kelemahan/kekurangan pasangan. Setelah bisa menerima kekurangan pasangan, jadikan kesempatan untuk mengasihi dan melengkapi kekurangan pasangan, sehingga bisa saling melengkapi, saling membahagiakan.

Pernikahan adalah saat tepat untuk menerima perbedaan pasangan. Perbedaan bukan alasan untuk saling benci , perbedaan bukan alasan untuk menjauh dan berpisah, tapi jadikan perbedaan sebagai warna dalam kebersamaan untuk saling mengerti dan perduli. Menerima perbedaan artinya menerima kekayaan dalam kebersamaan. Kekayaan apa ? Nilai lebih dari pasangannya.

Salah satu cara menjaga hubungan baik dalam pernikahan adalah menerima pasangan apa adanya. Menerima apa ? Menerima masa lalunya. Masa lalu yang buruk bisa dikubur atau dibuang jauh-jauh dan di lupakan, masa lalu yang baik bisa di kenang dan di nikmati bersama. Menerima hari ini, menjalin hari ini sebagai untaian masa untuk di jalani, dinikmati dan dikenang bersama-sama sebagai satu kesatuan utuh. Selanjutnya adalah rasa saling percaya dan saling mendukung. Utamakan keputusan bersama, utamakan kebahagian bersama, tidak menganggap diri sendiri lebih penting atau lebih berkuasa.

Konflik dan masalah adalah bumbu dalam hidup rumah tangga, wajar dan sangat manusiawi, bukan hal besar, bukan hal yang "wow". Selesaikan konflik berdua dengan pasangan. Jangan perbesar konflik tapi perkecil dan hapus konflik yang datang dengan cara perbesar pintu maaf dan perbesar rasa saling mengerti.

Semoga saran ini bermanfaat untuk rekan-rekan semua.

Terimakasih atas kunjungannya, silahkan nikmati artikel lainnya, jangan lupa untukĀ Pasang Iklan Link, untuk kebaikan usaha anda.