The Book of Life

1001 Film di 1001Berita.com. Film ini sudah tayang di bioskop-bioskop di Jakarta dan sekitarnya pada 17 Oktober 2014. Film animasi ini cocok untuk semua usia. Nonton versi 3D di layar lebar lumayan wow. Tata suara biasa saja, tapi pas untuk mendampingi setiap adegan yang sedang berjalan. Alur cerita tidak mudah ditebak sehingga tidak membosankan. Cocok untuk di tonton bersama dengan keluarga.

  • Produser : Aron Warner, Guillermo Del Toro, Brad Booker, Aaron Berger, Carina Schulze
  • Produksi : 20th Century Fox
  • Sutradara : Jorge R. Gutierrez
  • Kate del Castillo pengisi suara La Muerte, peri cantik pengelola cinta dan kebaikan.
  • Diego Luna pengisi suara Manolo, tokoh utama yang rupawan, tidak suka kekerasan dan menyukai permainan gitar
  • Zoe Saldana pengisi suara Maria, tokoh utama yang cantik dan tidak menyukai kekerasan terhadap binatang
  • Channing Tatum     pengisi suara Joaquin, tokoh utama yang mengandalkan kekuatan fisik dan senjata
  • Ron Perlman pengisi suara Xibalba, peri buruk rupa yang memiliki sifat licik dan jahat
  • Ice Cube pengisi suara     Candle Maker, peri berbadan besar penjaga keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan

Diawali dengan kedatangan rombongan anak kecil menggunakan bis sekolah mengunjungi musium kota. Kedatangan mereka di sambut oleh penjaga musium. Penjaga musium tersebut tak luput dari ulah nakal mereka. Tak berapa lama datang petugas musium lainnya yang cantik dan cekatan menangani kenakalan para tamu cilik. Rombongan di bawa ke dalam ruangan besar yang berisi banyak peralatan berkilau. Rombongan kecil itu tertarik dengan sebuah buku yang terletak di salah satu sisi ruangan besar. Buku itu adalah "THE BOOK OF LIFE". Petugas cantik itu segera menceritakan isi buku tersebut dan mengambil beberapa mainan kecil yang mewakili tokoh-tokoh dari buku tersebut yaitu peri kebaikan, peri licik, peri penjaga keseimbangan alam, Manolo, Maria dan Joaquin.

Dikisahkan Nun jauh di sana ada alam sesudah kehidupan dunia yang terpisah antara alam orang-orang yang di kenang dan alam orang-orang yang terlupakan. Alam orang yang di kenang di pimpin oleh peri cantik La Muerte, penuh sukacita, penuh warna dan pesta. Alam orang terlupakan di pimpin oleh peri buruk rupa yang licik dan jahat Xibalba, lingkungan yang sangat sepi, gersang, penuh ketakutan dan kesedihan.

Ada persahabatan 3 sekawan yang terbentuk sejak kanak-kanak yaitu Manolo, Maria dan Joaquin. Manolo berasal dari keluarga besar Sanchez yang secara turun temurun beraktifitas sebagai Matador. Maria adalah anak kecil yang cantik dari kepala kota. Joaquin, seorang pemberani, anak dari pahlawan kota yang gugur saat melawan perampok. Suatu pagi, Maria sedang bermain bersama Manolo dan Joaquin. Didepan sebuah rumah makan, Maria melihat seekor babi kecil yang akan di potong dan dijadikan santapan. Maria melepaskan kunci kandang babi tersebut sehingga semua babi di dalamnya kabur dan mengacaukan pidato keamanan kota yang dipimpin oleh kepala kota. Gitar kecil kesayangan Manolo patah terinjak-injak di keramaian. Xibalba merasa jenuh dengan alam orang terlupakan dan mengajak La Muerte bertukar tempat dengan cara tebakan cinta. Siapa yang mendapatkan cinta dari Maria ? La Muerte berpihak pada Manolo, Xibalba berpihak pada Joaquin. 

Tiba saatnya persahabatan mereka terpisah oleh jarak karena Maria akan bersekolah di kota lain di eropa. Manolo memberikan babi kecil yang diselamatkan Maria di kandang sebuah restoran di sudut kota. Singkat cerita, Manolo telah menjadi seorang matador tangguh, namun tetap lebih suka bermain alat musik gitar dan tidak suka kekerasan, tidak mau membunuh banteng lawannya. Joaquin telah menjadi seorang pemuda dengan kumis yang mahir menggunakan pedang, pemberani dan pandai bertarung. Joaquin juga terkenal tidak takut menghadapi lawan karena memiliki medali kehidupan yang membuatnya tidak terluka oleh senjata apapun.

Beberapa tahun kemudian, ayah dari Manolo mengadakan even besar tarung banteng dengan matador, yaitu Manolo. Disaat yang sama, Maria datang kembali ke kota tersebut. Manolo berhasil lolos dari tandukan banteng besar dengan mudah, namun tidak mau menghunuskan pedangnya pada banteng tersebut. Manolo mendapatkan sorakan cemooh dari semua penonton di stadion, termasuk dari ayahnya. Manolo hanya mendapat tepuk tangan dari Maria.

Joaquin tertarik dengan Maria, dan semakin bersemangat untuk menikah dengan Maria setelah mendapat dukungan dari kepala kota yang adalah keluarga dari Maria. Joaquin segera melamar Maria, namun Maria belum bersedia menerimanya. Dari tempat tersembunyi, Manolo melihat situasi Joaquin sedang melamar Maria. Manolo mendapat hiburan dari teman-temannya. Manolo mendapat nasehat dari nenek dan ayahnya untuk terus semangat dan berusaha mendapatkan hati Maria. Manolo kembali bersemangat dan mengajak Maria bertemu di pulau seberang kotanya nanti malam.

Xibalba merasa gusar dengan rencana pertemuan Manolo dan Maria. Xibalba akan kalah taruhan jika Manolo melamar Maria dan Maria menerimanya. Xibalba menyerahkan ular hijaunya untuk melakukan tindakan licik. Akhirnya Maria datang menemui Manolo. Manolo menyajikan keindahan kota di malam hari dan menyampaikan lamarannya pada Maria walaupun tanpa cincin di tangannya. Di belakang Manolo tiba-tiba muncul ular hijau yang siap menyerang tanpa diketahui Manolo. Maria yang melihat ular tersebut segera mendorong Manolo untuk menghindari gigitan ular, namun malang gigitan tersebut terkena pada Maria. Maria tak bergerak seperti tak bernyawa. Maria di bawa pulang oleh keluarganya. Seluruh penduduk kota berduka dan melimpahkan kesalahan pada Manolo.

Dalam kesedihan yang mendalam, Manolo berkeinginan besar untuk berjumpa dengan Maria di alam sesudah kehidupan, dan keinginannya di kabulkan oleh Xibalba dengan mengirimkan ular hijau yang sebelumnya menggigit Maria. Dengan 2x gigitan, Manolo sudah berada di alam orang-orang yang di kenang. Manolo bertemu dengan keluarga besar Sanchez namun tidak berhasil berjumpa dengan Maria. Manolo berjumpa dengan ibunya, kakeknya, buyutnya dan banyak orang lainnya dalam pesta. Hanya La Muerte yang dapat membantu mempertemukan Manolo dengan Maria. Dengan bantuan ibu dan kakeknya, Manolo di ajak ke kediaman La Muerte, namun setibanya disana tidak ada La Muerte, hanya ada Xibalba yang bengis. Xibalba menyatakan terimakasih atas bantuan Manolo dia bisa bertukar posisi dengan La Muerte, karena menang bertaruh, karena Maria menerima lamaran Joaquin. Ternyata Maria hidup kembali setelah mendapatkan kecupan dari Joaquin.

Manolo sangat kecewa, sedih dan marah, namun masih tetap bersikeras untuk bertemu dengan La Muerte agar dapat membantunya berjumpa dengan Maria. Manolo disarankan untuk menemui La Muerte dengan cara menyeberang ke alam orang-orang terlupakan di ujung alam orang-orang di kenang. Manolo mengajak Xibalba bertaruh. Bila Manolo berhasil mengalahkan ketakutan terbesarnya, Xibalba harus membantunya bertemu denga La Muerte. Xibalba menempatkan Manolo dalam stadion besar. Dalam stadion tersebut sudah menanti rombongan banteng yang pernah dikalahkan oleh keluarga besar Sanchez. Banteng-banteng tersebut menjadi satu dan berubah menjadi banteng raksasa yang beringas dan menyerang Manolo. Manolo berhasil mengalahkan banteng raksasa tersebut bukan dengan pisau atau pedang tapi dengan denting suara gitar dan lagu permintaan maaf pada banteng raksasa. Di tempat lain, upacara pernikahan Maria dan Joaquin baru saja di mulai, namun terhenti karena kedatangan rombongan perampok ke kota mereka. Joaquin meninggalkan upacara tersebut dan berganti pakaian dan mengenakan medali biru kehidupan. Ayah dari Manolo yang sedang menjaga gerbang kota menjadi korban pertama rombongan perampok tersebut.

Setelah melewati berbagai rintangan berat, Manolo dengan ibu dan kakeknya tiba di alam orang-orang terlupakan dan bertemu dengan Candle Maker dan La Muerte. Dengan bantuan Candle Maker dan La Muerte, Manolo hidup kembali dan tiba di tempat peperangan antara penduduk kota dan rombongan perampok. Manolo, Maria dan Joaquin bersemangat kembali dan teringat janji mereka untuk tidak pernah mundur dan tidak pernah menyerah menghadapi masalah. Mereka tidak sendiri karena keluarga besar Sanchez datang dari alam orang-orang di kenang dan membantunya. Pemimpin perampok sangat marah pada Joaquin yang memegang medali kehidupan. Manolo memiliki kesempatan mengalahkan pemimpin perampok dengan cara mengorbankan dirinya masuk ke dalam lonceng besar bersama dengan pemimpin perampok yang sudah melilitkan badannya dengan bom besar untuk menghancurkan seisi kota. Bummm.. ledakan besar terjadi dalam lonceng besar tersebut, menara naungan lonceng runtuh akibat ledakan tersebut. Maria dan penduduk kota bersedih karena mengira Manolo ikut hancur bersama lonceng tersebut. Ternyata Manolo masih hidup karena Joaquin sempat melemparkan Medali biru kehidupan pada Manolo dan tersangkut di belakang baju Manolo. Rombongan perampok kabur meninggalkan kota, seisi kota bergembira. Manolo segera melamar Maria, dan Maria menerima lamaran tersebut. Akhirnya alam orang-orang dalam kenangan kembali pada La Muerte.

Cerita berakhir, anak-anak segera kembali ke bis sekolah diantar oleh pemandu musium yang cantik. Setelah semua anak masuk kedalam bis, dan bis sekolah berjalan, pemandu musium itu berubah menjadi La Muerte dan di sambut gembira oleh anak-anak dalam bis.

Pesan positif dari film ini adalah: 

  • Mengalahkan kekerasan dan kebencian bukan dengan kekerasan, melainkan dengan cinta dan kelembutan. Lihat saat Manolo mengalahkan banteng raksasa. 
  • Jadilah diri sendiri. Manolo tidak merubah dirinya menjadi seorang matador yang mau membunuh banteng demi memenangkan hati ayahnya atau tradisi keluarganya. Manolo tidak merubah dirinya menjadi seorang ahli beladiri atau petarung tangguh untuk memenangkan hati Maria atau menandingi kemampuan Joaquin. Manolo tetap menjadi seorang yang lembut, suka bernyanyi dan bermain gitar.