FURY

FURY

1001 Film di 1001Berita.com. FURY merupakan film yang menampilkan situasi di akhir perang dunia II yaitu April 1945, menyuguhkan suasana perang yang sangat keras dan kejam. Film ini sukses menampilkan karakter setiap anak buah Wardaddy di dalam medan tempur dan tank perang Fury. Detail para korban perang bisa membuat penonton merasa takut, iba dan mual. Film ini sudah tayang di bioskop-bioskop di Jakarta dan sekitarnya pada 27 Oktober 2014.

  • Produser : David Ayer, Bill Block, John Lesher, Ethan Smith
  • Produksi : QED International
  • Sutradara : David Ayer
  • Brad Pitt sebagai Don 'Wardaddy' Collier, Tokoh utama, tentara AS pemimpin tank Fury.
  • Shia LaBeouf sebagai Boyd 'Bible' Swan, pembidik bom di tank Fury.
  • Logan Lerman sebagai Norman 'Machine' Ellison, juru ketik yang menjadi penembak jitu di tank Fury.
  • Michael Pena sebagai Trini 'Gordo' Garcia, penembak jitu di tank Fury.
  • Jon Bernthal sebagai Grady 'Coon-Ass' Travis, teknisi dan pengisi bom di tank Fury.
  • Anamaria Marinca sebagai Irma, wanita jerman.
  • Alicia von Rittberg sebagai Emma, gadis jerman, menjalin hubungan romantis dengan Norman.

Diawali dengan suara jeritan banyak orang dan situasi panik orang-orang dalam peperangan, tampil seorang tentara jerman menunggang kuda melintasi barisan tank yang terbakar. Tiba-tiba tentara jerman tersebut diterjang dan ditikam oleh seorang pria yang melompat dari salah satu tank. Pria tersebut adalah Don Collier, pemimpin salah satu tank milik AS yaitu Fury. Don Collier lebih dikenal sebagai 'Wardaddy' karena gaya kepemimpinan yang tegas. Wardaddy dan rombongannya telah berpengalaman melawan tentara jerman di negara-negara lain, sekarang Wardaddy mendapat tugas melawan tentara jerman di negara Jerman itu sendiri.

Didalam tank Fury, Grady sedang memperbaiki beberapa bagian yang rusak di tank Fury, sementara lainnya sedang berduka atas gugurnya salah seorang awak tank. Setelah selesai diperbaiki, Wardaddy dan rombongannya menuju tempat kordinasi untuk mengisi bahan bakar tank dan persediaan makan. Tugas selanjutnya adalah menyelamatkan pasukan yang ditawan di sebuah bangunan besar di salah satu kota Jerman. Sebagai pengganti penembak jitu yang tewas, Wardaddy mendapatkan Norman, seorang pemuda yang tidak pernah terjun ke medan perang, tidak pernah dilatih menembak, tidak suka kekerasan, seorang juru ketik yang taat beragama.

Norman di kenalkan ke awak Fury lainnya. Norman diberikan tugas pertama yaitu membersihkan sisi dalam tank. Dengan sedikit air panas dalam ember, Norman membersihkan bercak darah di dinding dalam tank. Tak berapa lama Norman keluar dari dalam tank dan muntah-muntah karena melihat, memegang dan membuang potongan wajah salah satu awak tank yang telah gugur ke dalam ember.

Rombongan 4 tank berjalan menuju sebuah kota di Jerman. Ditengah perjalanan rombongan disergap oleh beberapa tentara jerman. 1 tank terdepan hancur oleh sergapan tersebut. Tentara jerman yang menyerang berhasil dilumpuhkan semuanya, ternyata para tentara tersebut masih remaja belia. Seisi tank Fury menyalahkan Norman selaku penembak jitu yang melihat kehadiran tentara jerman namun tidak menembaknya. Wardaddy mengajarkan cara menembak dan bersikap dalam perang dengan cara menembak salah satu tentara jerman yang tertangkap. Norman tidak mau menembak tawanan tersebut karena iba. Dengan dipaksa dan diarahkan, pistol meletus dan menembus punggung tawanan tersebut. Rombongan yang tersisa 3 tank melanjutkan perjalanan dibawah pimpinan Wardaddy. Di sisi jalan menuju kota tersebut, ada beberapa tiang yang tegak berdiri dan tergantung mayat warga jerman dengan papan yang bertuliskan warga yang tidak mau membela negara. Ternyata Hitler memerintahkan semua rakyatnya untuk ikut berperang, termasuk wanita dan anak-anak. Perlawanan sengit di dapatkan di dalam kota, terutama dari penembak jitu yang bersembunyi di bangunan-bangunan besar. Banyak tentara amerika yang berjalan kaki menjadi korban. Akhirnya kota tersebut berhasil di rebut, banyak tentara jerman menjadi tawanan.

Rombongan tentara amerika bermalam di kota tersebut. Wardaddy tak sengaja melihat seorang wanita mencurigakan sedang memperhatikannya di salah satu jendela bangunan tinggi. Wardaddy membawa Norman untuk menyelidiki wanita tersebut. Wardaddy menduga wanita tersebut menyembunyikan tentara jerman di rumahnya. Setelah digeledah, Wardaddy tidak menemukan pria atau tentara jerman di dalam rumah tersebut, hanya wanita tersebut dan keponakannya. Wardaddy bersikap ramah dan sopan pada para tawanan wanita. Wanita jerman itu bernama Irma, keponakannya seorang gadis bernama Emma. Wardaddy meminta Irma membuatkan air hangat untuk menyeka wajahnya. Sementara itu, Norman membuka-buka lembaran berisi not balok dan mencoba memainkannya dengan baik pada sebuah piano di sudut ruangan. Emma tertarik dengan kemahiran Norman memainkan piano, dan keduanya segera menjadi akrab. Irma selesai membuat hidangan makan bersama berupa telor goreng. Situasi yang tenang berubah menjadi tegang karena kehadiran 3 anak buah Wardaddy lainnya, terutama Gordo dan Grady yang bertindak dan berkata kasar walaupun telah di tegur keras oleh Wardaddy. Kemarahan Wardaddy menghentikan aksi Gordo dan Grady yang sedang mabuk. Wardaddy meminta rombongan bergegas kembali ke tank untuk menerima tugas dan instruksi berikutnya. Norman dan Emma yang saling jatuh hati begitu berat untuk berpisah. Tiba-tiba serangan pesawat pembom jerman datang dan menghancurkan beberapa bangunan besar di sana. Emma menjadi salah satu korban tewas dalam serangan itu, Norman merasa sangat terpukul dengan kematian Emma.

Rombongan tank melanjutkan perjalanan menuju kota lainnya. Naas, rombongan tersebut di hadang pasukan anti tank jerman. Tentara jerman memiliki tank besar yang lebih canggih daripada tank-tank amerika. 2 tank amerika hancur oleh serangan tank jerman, hingga tersisa Fury. Disaat kritis, Fury berhasil mengalahkan tank jerman dan menembak tentara jerman yang kabur keluar dari tank tersebut.

Fury terus berjalan untuk menghadang tentara jerman mendekati daerah logistik tentara amerika. Fury terhenti di dekat sebuah bangunan rumah sakit karena rantai besi putus. Grady dan Norman ditugaskan memeriksa bangunan tersebut, dan hanya ditemukan mayat-mayat dalam bangunan tersebut. Grady kembali dan ditugaskan memperbaiki Fury. Norman mendapat tugas untuk berjaga dan mengintai di persimpangan di depan mereka. Sedang menikmati makanan ringan, tiba-tiba terdengar derap langkah dan genderang tentara jerman. Norman memeriksanya dan tampak banyak tentara jerman berbaris dengan senjata lengkap. Norman segera berlari dan melaporkan keadaan tersebut pada Wardaddy. Grady, Gordo, Boyd dan Norman menjadi kecut dan mengajak Wardaddy untuk mundur. Wardaddy mempersilahkan mereka untuk berlari dan bersembunyi, namun dia sendiri akan tetap bertahan bersama Fury. Norman menjadi yang pertama mendukung keputusan Wardaddy untuk bertahan, dilanjutkan dengan Boyd, Gordo dan Grady.

Wardaddy menyusun strategi untuk menghadang rombongan tentara jerman yang jauh lebih banyak dibandingkan seisi Fury yang hanya 5. Bukan hanya kalah jumlah, perbekalan amunisi Fury juga menipis hingga hanya tersisa pistol genggam. Wardaddy keluar dari tank untuk menyerang menggunakan senapan mesin dari sisi atas di belakang Fury. Grady menjadi korban pertama serangan tentara jerman yang mendekat, dilanjutkan dengan Gordo yang menahan granat dengan badannya, Boyd juga gugur terkena bom yang menembus sisi tank. Akhirnya Wardaddy tertembak di beberapa bagian tubuhnya sehingga memutuskan untuk kembali ke dalam tank. Rombongan tentara jerman semakin berani mendekat dan menyerang Fury. Wardaddy memerintahkan Norman untuk bersembunyi di luar tank, di kolong tank. Tentara jerman masuk kedalam tank dan menewaskan Wardaddy dengan rentetan tembakan. Norman yang bersembunyi di bawah tank sangat ketakutan ketika seorang tentara remaja Jerman memeriksa kolong tank. Norman selamat karena tentara remaja jerman tersebut iba kepadanya. Norman segera naik ke dalam Fury saat dirasanya tidak ada lagi tentara jerman di dekatnya. Ditutupnya wajah Wardaddy yang tewas dengan banyak luka tembakan.

Pagi harinya, Norman terbangun karena bunyi langkah kaki mendekati dan menaiki Fury. Norman siaga dengan sebuah pistol di tangannya. Atap Fury terbuka dan tampak seorang tentara Amerika. Norman di bawa ke dalam sebuah mobil medis untuk perawatan. Dari dalam mobil terlihat banyak tentara jerman yang bergelimpangan di sekeliling Fury.

Wardaddy memberikan contoh pemimpin yang baik yaitu pantang mundur, pantang menyerah hingga akhir, melakukan yang terbaik hingga batas kemampuan.