INTERSTELLAR

interstellar

1001 Film di 1001Berita.com. INTERSTELLAR, film fiksi ilmiah yang menampilkan penjelajahan angkasa luar dan kondisi kritis bumi. Tayang di bioskop-bioskop di Jakarta dan sekitarnya pada 6 November 2014. Lama film lebih dari 2 jam. Tata visual canggih diperlihatkan saat Cooper dan kru Endurance memasuki Lubang Cacing angkasa, lubang hitam angkasa, saat pesawat cooper mendarat di planet dengan ombak laut setinggi gunung dan saat memasuki planet lain yang dipenuhi es di sisi bawah dan awan beku di sisi atas. Film ini juga memancing emosi saat Dr Mann mencoba membunuh Cooper dan membohongi seluruh kru Endurance.

  • Produser : Lynda Obst, Emma Thomas, Christopher Nolan
  • Produksi : Warner Bros. Pictures
  • Sutradara : Christopher Nolan
  • Matthew McConaughey sebagai Cooper, tokoh utama, astronot
  • Anne Hathaway sebagai Amelia, staf NASA, astronot
  • Jessica Chastain sebagai Murphy, dipanggil Murph (Dewasa)
  • Mackenzie Foy sebagai Murph (Remaja)
  • Ellen Burstyn sebagai Murph (Tua)
  • Matt Damon sebagai Dr. Mann, peneliti, astronot, licik, egois, pembohong, tokoh jahat
  • Michael Caine sebagai Professor Brand, peneliti senior NASA
  • Casey Affleck sebagai Tom, anak dari Cooper.
  • Timothée Chalamet sebagai Tom (Remaja)
  • Liam Dickinson sebagai Coop, cucu dari Cooper

Diawali dengan Murph di masa tua yang menceritakan keberanian Cooper, ayahnya, seorang astronot yang dikirim jauh ke luar angkasa dengan misi untuk menemukan planet yang dapat dijadikan rumah baru bagi penduduk bumi. Saat itu kondisi bumi tidak ramah, penuh dengan hama yang menyerang ladang pertanian, angin besar yang membawa debu sering menyerang. Keluarga Cooper terdiri dari Cooper, ayahnya, Murph dan Tom, memiliki kebiasaan menutup pintu dan jendela rapat-rapat, menutup mangkok dan piring dengan kondisi terbalik agar tidak terkena debu karena badai angin dan pasir yang sering datang dengan tiba-tiba. Keluarga Cooper hidup dengan bertani Jagung, walaupun selalu gagal panen dari tahun ke tahun, namun mereka tetap bertahan menanam jagung di ladang.

Di suatu pagi, saat Cooper dan anak-anaknya menuju sekolah untuk mengetahui nilai sekolah dan kelanjutan ke jenjang berikutnya, mobil yang mereka tumpangi mengalami pecah ban. Baru saja membuka peralatan untuk mengganti ban, mereka dikejutkan oleh kehadiran sebuah Drone hitam yang melintas. Drone adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh. Cooper mengajak Tom segera naik dan mengejar Drone tersebut. Dengan sebuah laptop, Cooper berhasil mengambil alih kendali atas Drone dan membuat Drone tersebut mendarat di tepi danau. Setelah Drone dilucuti dan di angkut ke mobil, mereka melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Hasil akhir yang di sampaikan dewan guru, Tom tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi karena nilai yang diraih tidak cukup tinggi, sedangkan Murph terlibat kenakalan remaja yaitu berkelahi dengan teman-teman kelasnya. Murph bertahan dengan prinsipnya, yaitu ada hantu di dekatnya yang berusaha mengatakan informasi berharga baginya.

Keluarga Cooper kembali ke rumah, dalam perjalanan, tiba-tiba datang angin besar dengan debu menyerang. Mereka berhasil tiba di rumah. Murph teringat akan jendela kamarnya yang belum ditutup, dan benar, kamarnya yang berisi perpustakaan kecil telah ditutupi debu tebal walaupun Cooper berhasil menutup jendela dengan cepat. Ada keanehan yang dari badai debu yang mereka alami, kumpulan pasir dan letak buku memiliki pola yang teratur. Semula Murph mengira itu adalah sandi morse, tapi Cooper mendapati itu adalah kode biner, pasir tebal artinya 1, pasir tipis artinya 0. Susunan kode biner itu menunjukkan sebuah kordinat, lokasi tersembunyi.

Cooper bergegas pergi menuju lokasi yang ditunjukkan kordinat pasir, dan melarang Murph ikut serta. Murph bersembunyi di mobil ayahnya, dan berhasil memaksa ayahnya memperbolehkan dia menuju lokasi. Perjalanan berlangsung hingga tengah malam dan terhenti karena dihalangi pagar kawat besi yang tinggi. Saat Cooper mencoba memotong kawat besi, usaha mereka diketahui dan mereka ditangkap.

Didalam sebuah ruangan kecil, Cooper di interogasi oleh seorang wanita cantik, Amelia. Cooper bersikeras tidak menerobos lahan rahasia dengan sengaja. Cooper meminta untuk bertemu dengan anaknya kembali dan dibebaskan. Ternyata lahan yang diterobos oleh Cooper adalah kantor NASA yang tersembunyi. NASA adalah badan antariksa milik pemerintah USA. Kantor dan program-program NASA di sembunyikan dari masyarakat luas karena tidak ingin kegiatan mereka diprotes oleh masyarakat umum karena pemborosan uang negara untuk penelitian antariksa daripada untuk mendapatkan pangan. Cooper di bawa menemui dewan peneliti NASA, Cooper juga bertemu kembali dengan Murph.

Profesor Brand, seorang peneliti senior di NASA meminta kesediaan Cooper untuk menjadi pilot utama pesawat luar angkasa yang membawa serta beberapa astronot dan memimpin misi menemukan planet baru untuk dijadikan tempat tinggal manusia. Profesor Brand menunjukkan keadaan bumi yang semakin buruk dari masa ke masa. Profesor Brand juga menunjukkan seluruh area kerja NASA ditempat itu, termasuk lokasi pengembangan pesawat antariksa.

Cooper kembali pulang untuk pamitan dengan keluarganya dan berkemas-kemas. Murph menangis dan tidak merelakan keberangkatan Cooper. Cooper tetap meninggalkan Murph didalam kamarnya dalam tangis dan marahnya. Pesawat antariksa sukses meluncur meninggalkan bumi untuk mencapai Endurance. Cooper ditemani oleh Amelia, robot pintar TARS dan beberapa astronot lainnya. Amelia adalah anak dari Profesor Brand. Langkah pertama adalah perjalanan mendekati Saturnus dan masuk kedalam lubang cacing angkasa di dekat Saturnus. Tujuan masuk ke lubang cacing angkasa adalah untuk menuju galaksi lain dengan cepat.

Ditempat lain, di bumi, Murph telah menjadi wanita muda yang pintar dan pemberani. Murph bekerja di NASA sebagai asisten Profesor Brand.

Endurance berhasil mendekati dan masuk ke dalam lubang cacing angkasa. Didalam lubang cacing, rekan Cooper berhasil mengumpulkan informasi dari 3 pesawat yang menjalankan misi terdahulu. Perjalanan Endurance selanjutnya adalah menuju sebuah planet yang telah dikunjungi Miller. Miller adalah astronot di misi sebelum Endurance. Endurance berhasil mencapai permukaan planet Miller yang dipenuhi dengan lautan dangkal. Tiba-tiba ombak raksasa mendekat saat Amelia berusaha mengambil pecahan pesawat Miller yang berisi data. Amelia tidak mengindahkan perintah Cooper untuk kembali masuk kedalam Endurance. Doyle berusaha menyelamatkan Amelia, namun dirinya tersapu ombak raksasa. Beruntung robot pintar TARS berhasil menggandeng dan membawa Amelia yang terjepit bongkahan pesawat Miller kembali kedalam kapsul Endurance. Mereka memutuskan untuk meninggalkan planet Miller.

Amelia mendapat kabar dari Murph di bumi bahwa Profesor Brand telah meninggal dunia. Murph juga menyampaikan pada Cooper dan Amelia bahwa misi yang diberikan Profesor Brand pada mereka adalah misi untuk meninggalkan bumi dan tidak kembali lagi.

Awak Endurance memiliki 2 pilihan tersisa yaitu planet hasil kunjungan Edmunds dan Mann. Cooper dan Rommily memilih untuk menuju planet Mann karena data-data yang dikirimkan oleh Mann tentang planet tersebut yang mendukung kehidupan manusia disana. Amelia berbeda pendapat, ia memilih planet dari data Edmunds karena "cinta". Akhirnya Endurance berangkat menuju planet Mann, ternyata planet tersebut hanya berisi gunung es dan awan beku. Mereka menemukan Mann di dalam kapsul tidur di pesawatnya. Mereka membangunkan Mann dari tidur panjangnya. Mann menceritakan penyelidikannya selama di planet beku tersebut. Suhu planet tersebut di siang hari adalah minus 67 derajat celcius, dan 2 kali lebih dingin di malam hari. Mann mengajak mereka ke suatu lokasi terbentuknya oksigen. Rommily menyelidiki data-data peninggalan robot pintar CASE, sejenisnya TARS. Amelia berjaga di Endurance. Cooper dan Mann menuju lokasi yang lebih ramah dan mendukung kehidupan. Dalam perjalanan, Mann berusaha membunuh Cooper. Terjadilah perkelahian sengit antara Cooper dan Mann. Mann memutuskan tali selang oksigen dan kaca helm Cooper. Ternyata udara di sana lebih banyak berisi amonia yang berbahaya bagi manusia. Dalam keadaan sekarat, Cooper berhasil mengirimkan sinyal SOS pada Amelia. Ditempat lain, Rommily menemukan fakta yang berbeda dari data-data robot pintar CASE. Planet tersebut tidak dapat dihuni manusia. Namun naas, CASE telah di pasang bom. Bom meledak menghancurkan lab dan CASE. TARS berada dalam lokasi yang sama, namun dia berhasil selamat dari ledakan.Rommily tewas dalam ledakan tersebut. Amelia selamat dari ledakan tersebut karena menggunakan kapsul terbang untuk pergi menolong Cooper. Amelia berhasil menemukan Cooper yang terbaring tak berdaya. Mereka segera meninggalkan planet tersebut sambil mengejar Mann yang mencoba merapat ke Endurance dengan kapsul terbang.

Kapsul terbang Mann semakin mendekati Endurance. Cooper telah mengunci kontrol Endurance menggunakan jalur kendali dari robot pintar TARS. Cooper telah memperingatkan Mann agar tidak mencoba merapat ke Endurance, namun Man bersikeras dan mencoba merapat. Walaupun kapsul angkasa Mann berhasil menempel pintu penyambung Endurance, namun kunci pengaman Endurance menolak. Saat Mann berusaha membuka pintu Endurance secara manual, pintu penyambung meledak, kapsul terbang hancur berkeping-keping, demikian pula sebagian pintu penyambung Endurance. Dengan bersusah payah, akhirnya kapsul antariksa yang berisi Cooper, Amelia dan Tars berhasil menyambung dengan Endurance yang masih berputar kencang karena ledakan.

Endurance berhasil di kendalikan penuh oleh Cooper. Sistim navigasi Endurance rusak parah. Sisa bahan bakar dan persediaan oksigen tidak mencukupi untuk mereka menghindari grafitasi lubang hitam di dekat mereka. Kapsul yang berisi cadangan tenaga pertama berhasil membawa mereka lebih jauh dari lubang hitam, kemudian habis dan dilepaskan. Didalam kapsul tersebut ada TARS yang lepaskan untuk mengurangi beban Endurance. Kapsul yang berisi cadangan tenaga kedua berhasil membawa Endurance lebih jauh, namun segera habis dan melepaskan diri. Kapsul tersebut berisi Cooper yang mengorbankan dirinya agar Amelia bisa melanjutkan misi menuju planet yang dikunjungi Edmunds.

TARS sudah lebih dahulu memasuki lubang hitam angkasa, menyusul Cooper dibelakangnya. Komunikasi antar Cooper dan TARS tetap tersambung. Akhirnya kapsul angkasa yang digunakan Cooper hancur karena benturan banyak batu di dalam lubang hitam angkasa. Cooper tidak sadarkan diri. Saat terbangun dia berada dalam dimensi lainnya. Cooper berada dalam kamar Murph, kamar yang dipenuhi buku. Cooper bisa melihat semua peristiwa yang terjadi di kamar Murph, saat Murph masih remaja secara pararel. Akhirnya Cooper menyadari bahwa dia adalah hantu yang selama ini memberikan petunjuk pada Murph. Cooper berusaha memberika informasi pada Murph agar mencegahnya ikut misi NASA mencari planet lain. Ditempat lain, di markas NASA, Murph berhasil menemukan rumus grafitasi yang selama ini digali oleh Profesor Brand.

Dimensi tempat Cooper berada, perlahan menghilang, Cooper terbangun dalam sebuah ruang perawatan yang putih bersih dengan seorang dokter berada di depannya. Cooper mendapatkan informasi dari dokter tersebut bahwa ia berhasil ditemukan oleh salah satu pesawat ruang angkasa. Usia Cooper saat ini adalah 128 tahun. Cooper berada dalam stasiun angkasa luar yang besar dan memiliki grafitasi sendiri. Sistim grafitasi tersebut ditemukan oleh Murph, anaknya. Cooper mendapat kesempatan untuk berkeliling dan menjumpai sebuah area yang sangat mirip dengan keadaan rumahnya di bumi. Dibanyak tempat, di tampilkan layar televisi yang menayangkan Murph tengah berpidato. Cooper menanyakan keberadaan TARS kepada petugas yang mendampinginya. Petugas tersebut membawakan TARS yang sudah tidak berfungsi lagi. Dengan kemahirannya, Cooper memperbaiki TARS hingga berfungsi seperti semula. Cooper mendapat info untuk bertemu dengan keluarga besarnya, terutama dengan Murph yang sedang terbaring lemah karena usia.

Pertemuan mengharukan terjadi antara ayah dan anak, antara Cooper dan Murph. Cooper masih tetap gagah, tegak, muda seperti saat terakhir kali meninggalkan keluarganya. Murph yang dahulu masih remaja telah menjadi sangat tua dan terbaring lemah. Pertemuan tersebut seperti menepati janji Cooper sebagai seorang ayah yang akan kembali lagi menemui anaknya. Murph telah puas bertemu dengan ayahnya, dan ia meminta ayahnya untuk meninggalkannya dan menemui Amelia di luar sana. Murph ingin berpamitan dengan seluruh keluarga besarnya di dalam ruangan tersebut.

Dengan ditemani TARS, Cooper berhasil mengambil sebuah pesawat untuk digunakannya mencari Amelia. Ditempat lain, Amelia terlihat seorang diri dekat makam berupa tumpukan batu dengan plat bertuliskan Edmunds.