in time

1001 Film di 1001Berita.com. In Time, film fiksi keluaran tahun 2011 yang dibintangi oleh Justin Timberlake dan Amanda Seyfried. Pertama kali menyaksikan film ini di pesawat Garuda Indonesia dalam perjalanan menuju Incheon, Korea Selatan pada akhir Juni 2014. Filmnya biasa saja, tidak menampilkan tata visual atau tata suara yang wow, tapi pesan moral di dalam film ini dapat dijadikan pelajaran yang baik.

  • Produser : Marc Abraham, Amy Israel, Kristel Laiblin, Eric Newman
  • Produksi : 20th Century Fox
  • Sutradara : Andrew Niccol
  • Justin Timberlake sebagai Will Salas. Tokoh utama.
  • Olivia Wilde sebagai Rachel Salas. Ibu dari Will Salas.
  • Amanda Seyfried sebagai    Sylvia Weis. Tokoh utama.
  • Vincent Kartheiser sebagai Philippe Weis. Ayah dari Sylvia.
  • Bella Heathcote sebagai    Michele Weis. Ibu dari Sylvia.
  • Cillian Murphy sebagai    Raymond Leon. Timekeeper, penjaga keamanan. Maaf, sepatunya jelek banget. So sorry, i have to tell you that your shoes is so bad.

Diawali dengan narasi yang menceritakan keadaan masa depan, masa penuaan berhenti pada usia 25 tahun, sisa waktu hidup tertulis secara digital di lengan setiap orang, waktu menjadi satu-satunya alat pembayaran.

Will Sallas, seorang pemuda miskin yang tinggal di pemukiman kumuh dengan ibunya. Will terbangun dari tidurnya karena sudah siang dan harus pergi bekerja untuk mendapatkan perpanjangan waktu hidup. Sang ibu sudah rapi dan juga bergegas berangkat kerja. Sebelum berangkat, sang ibu berikan sebagian waktu pada Will dengan cara berpegangan tangan.

Will bekerja sebagai buruh di pabrik perakitan box penyimpanan waktu. Walaupun bukan orang kaya yang memiliki banyak waktu, Will adalah seorang yang murah hati. Will berikan sebagian waktunya pada Maya, anak kecil yang meminta sebagian waktunya dalam perjalanan menuju tempat dia bekerja. Sepanjang perjalanan, beberapa kali Will melihat orang terkapar di jalan dengan tanda waktu 00 di lengannya.

Sepulang kerja, Will menuju bar kecil untuk bertemu dengan teman-temannya. Tak berapa lama masuk rombongan penjahat dan mencoba merampok waktu dari seorang pemuda kaya yang memiliki waktu lebih dari 1 abad di tangannya. Will berhasil menyelamatkan pemuda kaya tersebut dan bersembunyi di sebuah rumah kosong. Karena kelelahan dan mabuk, mereka berdua tertidur dengan lelap. Pemuda kaya tersebut bangun terlebih dahulu dan memberikan hampir seluruh waktunya pada Will, dan hanya menyisakan 5 menit untuk dirinya sendiri. Will terbangun dan melihat pemuda kaya yang ditolongnya sudah tidak ada di depannya dan tanda waktu di lengannya menunjukkan lebih dari 1 abad. Di jendela tertulis pesan coretan debu "Don't waste my time". Will melihat kedepan dan dikejauhan tampak pemuda kaya tersebut sedang duduk di pinggir jembatan. Will berlari keluar menuju pemuda tersebut, namun terlambat, waktu di lengan pemuda tersebut menunjukkan 00. Pemuda tersebut tersungkur jatuh ke dasar sungai di depannya. Timekeeper menyelidiki kematian pemuda kaya yang berdasarkan catatan memiliki waktu lebih dari 1 abad namun saat ditemukan telah didapati tanpa sisa waktu di lengannya. Will berlari meninggalkan lokasi jatuhnya pemuda kaya tersebut saat timekeeper mulai berdatangan.

Will bergegas menuju temannya untuk pamitan menuju kota dan membawa serta ibunya, lokasi tempat penduduk kaya. Will berikan hadiah 10 tahun kepada temannya yang sedang bahagia karena istrinya baru saja melahirkan. Will bergegas pulang untuk memberikan hadiah rangkaian bunga pada ibunya yang sedang berulang tahun hari ini. Ditempat lain, sisa waktu sang ibu hanya 1 jam 30 menit, tidak cukup untuk membayar bus seharga 2 jam, sehingga ia terpaksa harus berlari menuju rumahnya. Sang ibu coba melihat pada penumpang bus, namun tidak ada yang perduli. Sang ibu mencoba meminta bantuan pada penduduk setempat dan pada kendaraan lain yang melintas, namun mereka menutup pintu dan tidak perduli. Will melihat sang ibu di kejauhan sedang berlari mendekatinya. Will langsung berlari, namun malang, saat sang ibu sudah di dekatnya, waktu di lengan ibunya sudah 00. Will sangat berduka telah kehilangan ibunya. Will meninggalkan kawasan kumuh tersebut dengan taksi. Perjalanan melewati beberapa pintu tol dengan pembayaran mencapai 2 bulan. Will tiba di sebuah hotel mewah dan memesan sebuah kamar mewah. Saat sarapan pagi, ia berikan tips berupa waktu dan menanyakan lokasi bermain poker. Pelayan memberikan saran lokasi bermain poker, namun harus mengenakan setelan jas rapi. Di sisi lain, duduk wanita cantik terus mengamati Will.

Malam harinya, Will masuk menuju lokasi mewah tempat bermain poker. Will bertemu dan bermain dengan orang-orang kaya di tempat tersebut. Will berhasil menang saat bermain dengan Philippe Weis, orang terkaya di kota tersebut, pemilik bank waktu. Philippe mengenalkan Will pada istri dan anaknya. Wanita cantik yang mengamati Will sejak kedatangannya di hotel adalah Sylvia. Sylvia mengundang Will untuk hadir dalam jamuan pesta makan malam dirumahnya.

Will membeli sebuah mobil sport mewah dengan harga 9 tahun untuk menghadiri undangan Sylvia. Benar saja, rumah Sylvia adalah rumah besar di tepi pantai. Kehadiran Will disambut oleh Philipe dan keluarganya. Sylvia mengajak Will berdansa dan mereka segera menjadi akrab. Saat Will mengetahui bahwa rumah Sylvia tepat berada di tepi pantai, lokasi impiannya, segera Will mengajak Sylvia berenang. Will begitu gembira melihat pantai dan ombaknya walaupun hari telah malam. Will segera berenang dan Sylvia menyusulnya. Ditempat lain, Timekeeper telah mengamati Will melalui rekaman CCTV dan memutuskan untuk menyergap Will. Kembali ke tempat pesta, Philipe cemas karena tidak melihat keberadaan Sylvia bergegas menuju ruangan lain untuk mencarinya. Disaat bersamaan, Will tampil dengan dasi yang tidak lagi rapi. Di sisi lain, Sylvia juga keluar dan bertemu dengan Philipe. Tiba-tiba pesta meriah itu menjadi hening karena datang rombongan timekeeper yang ingin menangkap dan interogasi Will.

Will dibawa ke ruangan lain di lantai atas rumah Philipe. Will menceritakan bahwa tindakannya bukanlah pembunuhan atau perampokan, tapi dirinya mendapat hibah waktu lebih dari 1 abad dari pemuda kaya yang telah ditolongnya di tempat hiburan malam, namun pemuda kaya tersebut bunuh diri di pagi harinya. Waktu yang dimiliki Will diambil kembali. Sylvia yang melihat Will di interogasi oleh timekeeper yang adalah anak buah dari ayahnya sendiri, segera meninggalkan ruangan tersebut. Will berhasil melumpuhkan 2 timekeeper di dekatnya, berlari dan menyandera Sylvia. Will berhasil keluar dan menghindari dari kejaran timekeeper, namun naas, mobilnya terjungkal karena ban pecah terkena pengaman tol. Will dan Sylvia tidak sadarkan diri, dan saat itu hadir rombongan penjahat perampok waktu. Penjahat tersebut merampas waktu di lengan Sylvia hingga hanya tersisa beberapa menit saja.

Saat Will dan Sylvia terbangun dari pingsan, mereka melihat waktu yang dimiliki hanya beberapa menit saja. Will mengajak Sylvia menuju rumah Borel sahabatnya yang pernah diberikan hadiah 10 tahun. Namun malang, berdasarkan keterangan istrinya, Borel telah wafat karena gunakan waktunya untuk mabuk-mabukan. Istri Borel juga mengusir mereka. Akhirnya mereka mendapatkan waktu tambahan 1 minggu setelah berhasil menjual anting-anting mewah milik Sylvia. Will meminta Sylvia untuk meminta ayahnya menebus dan memberikan tebusan waktu menggunakan telepon umum, namun ditolak oleh Philipe. Tiba-tiba timekeeper menemukan Will dan hendak menembaknya. Sylvia melihat dari kejauhan, berteriak pada Will dan tanpa sengaja melepaskan tembakan hingga melukai timekeeper.

Will dan Sylvia semakin akrab, mereka memutuskan untuk bekerja sama merampok bank waktu milik ayahnya. Mereka menggunakan mobil rampasan milik timekeeper untuk merampok taksi mewah yang melintas. Mereka mendapatkan tambahan waktu, anting-anting dan merampas taksi tersebut. Dari televisi, mereka telah menjadi buronan dengan nilai 10 tahun sebagai bayarannya. Hari berikutnya mereka menggunakan truk besar untuk menabrak dinding bank Weis dan mengambil banyak box penyimpanan waktu. Mereka juga mempersilahkan orang-orang yang ada di bank tersebut untuk mengambil box waktu.

Hadiah untuk menangkap Will dan Sylvia ditingkatkan, sehingga para timekeeper dan kelompok penjahat semakin semangat berusaha menangkap mereka. Akhirnya mereka putuskan untuk merampok kantor pusat bank waktu milik Philipe Weis. Usaha mereka berhasil, brankas utama berhasil dibuka setelah menyandera Philipe Weis. Situasi kantor timekeeper menjadi kacau karena Will dan Sylvia telah membagikan waktu hasil rampasannya kepada banyak orang sehingga orang-orang tersebut tidak lagi bekerja melainkan pergi ke kota.

Ancaman dari timekeeper berakhir saat perwira timekeeper yang berusaha menangkap Will dan Sylvia kehabisan waktu. Selesai.

Simak tips ngopi di bioskop

Pelajaran berharga dari film "In Time" adalah untuk memiliki sikap murah hati, perduli dengan sesama dan menghargai waktu. Waktu lebih berharga dari uang, uang bisa di cari dan di dapatkan kembali, tapi waktu yang telah berlalu tidak mungkin diambil kembali. Gunakan waktu dengan bijak. Happy Weekend and have a quality family time.