EXODUS: GODS AND KINGS

1001 Film di 1001Berita.com. EXODUS: GODS AND KINGS sudah tayang di bioskop-bioskop di Jakarta, Banten dan sekitarnya sejak 10 Desember 2014 lalu, dengan durasi lebih dari 2 jam. Film ini menyajikan masa muda Musa tinggal di dalam istana Firaun, menjadi pemimpin perang bersama Ramses, pergi seorang diri ke tanah Midian, bertemu dan membangun keluarga dengan Zipora hingga memimpin bangsa Yahudi keluar dari Mesir. 

  • Produser : Jenno Topping, Mark Huffam, Ridley Scott, Peter Chernin, Michael Schaefer
  • Produksi : 20th Century Fox
  • Sutradara : Ridley Scot
  • Christian Bale sebagai Musa
  • María Valverde sebagai Zipora, istri Musa
  • Hal Hewetson sebagai Gersom, anak Musa
  • Kevork Malikyan sebagai Yitro, bapak mertua dari Musa, ayah dari Zipora
  • Joel Edgerton Joel Edgerton sebagai Ramses, Raja Mesir
  • Ben Kingsley sebagai Nun, tua-tua Yahudi
  • Aaron Paul sebagai Yosua bin Nun, anak dari Nun
  • Tara Fitzgerald sebagai Miriam, Kakak Kandung Musa
  • Dar Salim sebagai Khyan, Kepala Prajurit Mesir

Diawali dengan keberadaan bangsa Yahudi dalam perbudakan di tanah Mesir, membangun kota-kota dengan tumpukan batu putih besar. Musa, tumbuh besar sebagai anggota keluarga istana Mesir bersama dengan Ramses, anak dari Firaun, raja Mesir. Firaun memberikan 2 pedang emas kerajaan kepada Musa dan Ramses dengan nama masing-masing tertera di pedang tersebut. Firaun mengadakan rapat dengan para penasehat kerajaan, Musa dan Ramses untuk menentukan menunggu serangan bangsa Het atau menyerang bangsa Het. Akhirnya Firaun memutuskan untuk menyerang bangsa Het. Pasukan besar di kerahkan, Ramses memimpin dengan kereta kuda. Musa di jadikan kepala pasukan cadangan. Kedatangan pasukan Mesir yang mendadak diketahui oleh pengintai bangsa Het. Bangsa Het segera bersiap menahan serangan pasukan Mesir. Dalam penyerangan, Ramses terjatuh dari kereta kuda karena pengendara kereta terkena panah dan kereta terjatuh. Ramses terdesak saat bertarung dengan tentara Het, beruntung Musa yang berada tidak jauh berhasil menolongnya. Musa mengambil kereta kuda lainnya dan meminta pasukannya menaikkan Ramses dan pulang kembali ke istana Mesir. Kekalahan besar dialami bangsa Het, banyak tenda terbakar dan tentara Het terkapar disekitarnya. Musa dielu-elukan sebagai pahlawan perang sepanjang perjalanan menuju istana. Firaun menanyakan perihal perang pada Musa dan kabar dirinya telah menyelamatkan Ramses di medan perang.

Rapat Firaun dan penasehat raja berikutnya membahas tentang persediaan logistik dan pembangunan kota Pitom. Semula Ramses diputuskan untuk melihat kota tersebut, namun Musa melihat Ramses enggan melakukan tugas tersebut, Musa mengajukan diri untuk membantunya dan pergi ke kota Pitom dengan Khyan. Di kota Pitom, Musa melihat kekerasan yang dilakukan oleh tentara Mesir secara langsung, bangsa Yahudi bekerja keras membuat batu untuk membangun kota, sementara gubernur Pitom diam di dalam istana megah seolah-olah dialah raja Mesir. Musa melihat bangsa Yahudi ditindas dan dibunuh dengan semena-mena oleh tentara Mesir. Musa memeriksa lembaran laporan kerja/keuangan di istana Pitom. Kemudian Musa pergi ke tengah-tengah kediaman bangsa Yahudi dan meminta untuk bertemu dengan tua-tua Yahudi. Ia bertemu dengan Nun yang menyatakan bahwa Musa adalah keturunan bangsa Yahudi. Selesai pertemuan, Musa berniat kembali ke istana Pitom, namun di depan tenda dia diolok-olok oleh 2 orang tak dikenal. Musa terlibat perkelahian dengan 2 orang tersebut dan menikam mereka.

Musa kembali ke istana Pitom, dan menduga telah terjadi kecurangan/korupsi yang dilakukan oleh gubernur Pitom. Musa dan Khyan kembali ke istana Firaun di Memphis dan melaporkan ke Firaun. Musa sangat dekat dan menjadi orang kepercayaan Firaun, bahkan lebih dari Ramses. Tiba-tiba Firaun jatuh sakit dan wafat. Ramses naik tahta menggantikan ayahnya. Laporan Musa mengenai kecurangan gubernur Pitom ditindak lanjut oleh Ramses dengan memanggilnya ke istana raja. Pitom tidak mau di interogasi dengan di saksikan orang banyak, hanya ingin berbicara secara langsung dan rahasia dengan Ramses.

Malam hari berikutnya, Ramses memanggil Musa untuk interogasi Miriam. Ramses memaksa Miriam mengakui bahwa dirinya adalah kakak dari Musa. Miriam terus menyangkal demi menyelamatkan Musa, hingga akhirnya Ramses hendak memotong jari Miriam jika Miriam tetap tidak mau mengaku. Musa berteriak mencegah dan mengaku bahwa Miriam adalah kakaknya.

Musa keluar dari istana hanya membawa seekor kuda dan pedang pemberian firaun, melintasi gunung batu, bukit terjal hingga tiba padang pasir. Kuda yang ditumpanginya rebah dan mati, ia sendiripun terkapar lemas kehabisan persediaan air dan makanan. Saat terbangun di depannya tampak 2 orang asing hendak merapoknya. Musa berikan perlawanan dan berhasil mengalahkan 2 perampok tadi. Musa mengambil persediaan dan kuda milik para pemapok dan melanjutkan perjalanan.

Musa tiba dekat sebuah sumur dimana dilihatnya kawanan domba yang sedang minum dari air sumur yang dituangkan para gadis. Musa terpesona memandang gadis tersebut. Tiba-tiba datang kawanan domba lainnya datang dan gembalanya mengusir kawanan domba yang telah ada sebelumnya dan memaksa gadis tersebut menuangkan air untuk domba-dombanya. Musa yang melihat kejadian tersebut bergerak mendekat dan mengusir kawanan gembala curang. Setelah kawanan gembala curang itu pergi, gadis pengambil air sumur itu mengundang Musa ke rumahnya.

Musa bertemu dengan Yitro dan terlibat percakapan serius dengan Yitro. Diketahui bahwa gadis di dekat sumur adalah Zipora, anak dari Yitro. Musa tinggal menjadi gembala domba milik Yitro. Musa jatuh hati pada Zipora. Yitro mengadakan acara peresmian hubungan Musa dan Zipora. Musa mendapatkan seorang anak laki-laki dari pernikahannya dengan Zipora, yaitu Gersom. Suatu siang, ditengah hujan lebat, Musa tengah berusaha menyelamatkan beberapa ekor domba yang terpisah dari kawanannya. Namun malang, Musa tertimpa longsoran bukit batu. Dalam genangan lumpur yang menutupi seluruh badan hingga hanya tersisa kepala saja, Musa melihat seorang anak kecil dan terlibat percakapan serius. Musa kembali tidak sadarkan diri. Saat terbangun, ia sudah berada di dalam rumahnya, didampingi istrinya yang sedang mengobati luka-lukanya.

Setelah pulih dari lukanya, Musa kembali ke gunung batu mencari sosok anak kecil yang pernah ditemui sebelumnya. Musa bertemu dengan sosok anak kecil misterius. Esoknya, musa memutuskan untuk meninggalkan keluarga dan kembali ke Memphis, ke Mesir dengan misi membawa bangsa Yahudi keluar dari Mesir ke Kanaan. Gersom dan Zipora sangat sedih dengan keinginan Musa, namun Musa berkeras pergi ke Mesir dan berjanji akan kembali menemui mereka. Musa kembali melintasi padang pasir dan bukit terjal hingga tiba kembali ke Mesir. Musa bertemu kembali dengan Yosua anak dari tua-tua Yahudi, bapak Nun. Musa menawarkan diri untuk melatih anak-anak muda menggunakan senjata dan berperang. Musa mengajarkan cara membuat pedang, cara menggunakan pedang, cara menggunakan busur panah dan cara betempur. Musa dan para tua-tua mengatur strategi untuk menyerang istana Mesir agar bangsa Yahudi di ijinkan meninggalkan Mesir.

Rombongan perahu yang mengangkut persediaan makanan di serang dengan panah api hingga habis terbakar. Ramses melihat dari jauh serangan tersebut. Ia turun ke bawah dan terkejut karena Musa telah ada dibelakangnya, menghunus pedang dan meminta ijin untuk membawa bangsa Yahudi keluar dari Mesir. Karena dalam keadaan terdesak, dibawah ancaman, Ramses menyetujui permintaan Musa. Namun dalam rapat dengan para penasehat di istananya, Ramses berikan perintah untuk menindas bangsa Yahudi lebih berat. Ramses memerintahkan tentaranya membakar rumah-rumah yang ditempati bangsa Yahudi. Ramses memerintahkan tentaranya menemukan dan menangkap Musa. Setiap akhir hari, ada 3 orang yang di hukum gantung karena tidak mau berikan info keberadaan Musa.

Musa yang melihat kejadian tersebut merasa putus asa dan memutuskan untuk menemui sosok anak kecil misterius yang pernah ditemuinya di Midian. Sosok anak kecil misterius dan menyampaikan semua kegagalannya. Tanpa diketahui Musa, Harun ada dibelakangnya dan melihatnya berbicara, namun tidak tampak lawan bicara Musa.

Musa kembali menuju kota Memphis, dalam perjalanan dilihatnya kawanan buaya menyerang dan membunuh orang-orang didekatnya hingga seluruh sungai mengalirkan darah. Ikan-ikan mati dan mengapung di seluruh penjuru Mesir hingga bau busuk tersebar. Lalat berdatangan, penyakit gatal menyerang seluruh penduduk, bahkan seisi istana juga terkena penyakit gatal. Belalang pelahap datang menyerang menghabiskan persediaan makan, menghabiskan ladang gandum. Suatu malam, sosok anak kecil misterius itu berikan pesan kepada Musa agar setiap penduduk Yahudi menorehkan darah domba di tembok luar rumah mereka. Hari menjadi gelap dan tanpa cahaya saat bayangan besar menyeramkan menutupi seluruh kota Mesir. Kedukaan terjadi di seluruh negeri, anak pertama Ramses meninggal dunia, Ramses dan istrinya sangat berduka. Seluruh tentara dan penduduk Mesir juga mengalami hal yang sama, bahkan hewan-hewan yang sedang bekerja juga mati.

Ramses memutuskan untuk bertemu dengan Musa. Ramses mengijinkan Musa dan bangsa Yahudi meninggalkan tanah Mesir. Rombongan besar bangsa Yahudi keluar dari Mesir dengan rute yang telah ditentukan Musa dan para tua-tua Yahudi. Rombongan tiba di tanah Midian, Musa bertemu kembali dengan Zipora dan Gersom. Musa mengajak keluarganya ikut rombongan menuju Kanaan. Rombongan besar bangsa Yahudi kembali melanjutkan perjalanan hingga berhenti di tepian laut merah.

Yosua dan Musa melihat rombongan tentara Ramses mengejar dari kejauhan. Musa dalam sedih dan kuatirnya berbicara seorang diri dan membuang pedang kesayangannya ke tengah laut, dan ia tertidur. Di tempat lain, rombongan pasukan berkuda Ramses mengalami masalah besar, tebing-tebing berjatuhan dan banyak pasukannya menjadi korban. Musa terbangun dari tidurnya dan dilihatnya air laut surut. Ia berjalan sendiri ke tengah laut dan didapatinya air hanya setinggi  lututnya. Musa mengajak rombongan untuk melanjutkan perjalanan melintasi laut merah yang sedang surut.

Rombongan pasukan berkuda yang dipimpin Ramses berhasil mendekati barisan belakang rombongan besar bangsa Yahudi. Musa menoleh ke belakang dan memutuskan untuk berbalik mendekati Ramses dan berbicara dengannya seorang diri. Dikejauhan ombak tinggi datang dengan sangat cepat. Khyan yang melihat datangnya ombak setinggi gunung memberikan perintah untuk balik arah. Hanya tinggal Ramses yang terus memacu kudanya ke depan. Ramses sempat berbicara dengan Musa sebelum Musa meninggalkannya. Dibelakang Ramses, pasukannya ditelan laut merah, begitu pula dengan Ramses.