Outcast

1001 film di 1001Berita.com. Nicolas Cage menutup tahun 2014 dengan film Outcast yang sudah tayang di bioskop-bioskop di Jakarta, Banten dan sekitarnya sejak 29 Desember 2014. Lama tayang sekitar 90 menit.

  • Produser : Jeremy Bolt, Tove Christensen, Alan Zhang Lun
  • Produksi : Notorious Films
  • Sutradara : Nick Powell
  • Hayden Christensen sebagai Jacob, ksatria pedang dari kerajaan Inggris
  • Nicolas Cage sebagai Gallain, guru dan sahabat Jacob
  • Yifei Liu sebagai Lian, putri kaisar China

Diawali dengan situasi perang di timur tengah, Jacob terlihat memimpin pertarungan sengit penyerangan sebuah istana besar. Jacob dan pasukannya berhasil menerobos masuk kedalam istana, Gallain gusar dan mengajak Jacob meninggalkan perang dan kekerasannya. Jacob mengalahkan banyak tentara musuh, termasuk raja dari lawan berhasil dikalahkan. Jacob tiba di bagian dalam istana dan melihat ratu membunuh anak-anaknya dan melakukan bunuh diri. Gallain menyusul kedalam dan menduga Jacob yang melakukan pembunuhan tersebut, walaupun Jacob telah mengatakan bahwa bukan dia yang melakukannya.

Beberapa tahun kemudian, jauh di sebuah kerajaan besar di China, didalam istana, kaisar sedang memberikan nasehat pada putri dan putra bungsunya. Kaisar hendak memberikan tahta kepada putra bungsunya yang masih berusia sangat muda, masih remaja belasan tahun, dibawah 17 tahun, dan kemungkinan akan mendapat tentangan dari anak tertua. Kaisar memberikan stempel kerajaan kepada putra bungsunya sebagai lambang pewaris tahta kerajaan. Kaisar memberikan permintaan terakhir pada putrinya untuk menjaga adiknya. Pengawal kaisar memberikan informasi bahwa anak tertua datang dengan kawalan lengkap. Kaisar memerintahkan biksu istana untuk membawa anak-anaknya keluar menyembunyikan diri dari istana. Tak berapa lama datang anak tertua, dengan memaksa ia meminta stempel kerajaan. Kaisar tidak memberikannya, Kaisar dibunuh oleh anak tertuanya dengan sebilah pedang. Pangeran tertua memerintahkan pengejaran atas pangeran bungsu dan menyebarkan fitnah bawah pangeran bungsu telah membunuh sang kaisar.

Lian dan pangeran bungsu telah keluar jauh dari istana dan tiba disebuah desa. Mereka masuk ke sebuah rumah makan, mereka mencari petarung bayaran untuk mengantar mereka menuju lokasi persembunyian lainnya. Bukannya mendapatkan pertolongan, mereka hampir ditangkap untuk ditukarkan dengan uang pada kerajaan, beruntung seorang pemuda misterius yang sedang mabuk opium menolong mereka. Pemuda mabuk tersebut adalah Jacob.

Jacob menerima pembayaran sekantung emas untuk membawa Lian dan pangeran bungsu menuju lokasi lainnya dengan aman. Ditengah perjalanan mereka melihat sebuah desa di bakar dan penduduknya dibunuh oleh tentara kerajaan atas perintah pangeran sulung yang sedang mengejar mereka. Jacob meminta Lian dan pangeran bungsu untuk bersembunyi dan meneruskan perjalanan, namun Lian dan pangeran bungsu ingin menyelamatkan penduduk desa tersebut. Mereka melihat seorang gadis desa tersebut sedang ditangkap dan diseret oleh salah satu tentara kerajaan. Pangeran bungsu membidik anak panahnya ke tentara kerajaan, namun gagal. Jacob melepaskan anak panahnya dan tepat mengena pada tentara tersebut, segera ia berlari menyelamatkan gadis desa itu. Rombongan pangeran bungsu menjadi 4 orang.

Ditengah jalan, mereka bertemu dengan rombongan lainnya yang lebih besar. Jacob menggunakan sekantung emas agar diijinkan bergabung dengan rombongan tersebut dan memasuki kota untuk makan dan istirahat. Mereka bisa memasuki kota dengan mudah karena penjaga pintu gerbang bisa disogok dengan sekeping emas. Mereka masuk ke sebuah rumah makan, Jacob disuguhi makanan dan banyak minuman anggur yang memabukkan, sementara Lian, pangeran bungsu dan gadis desa dimasukkan dalam sebuah kamar. Jacob mabuk berat, ia diikat dan dibawa keruangan lainnya. Pemimpin rombongan hendak menjual Lian dan pangeran bungsu pada tentara kerajaan. Jacob berhasil melepaskan diri dan mengajak Lian untuk keluar dari penginapan secara terpisah untuk menghindari kejaran tentara kerajaan.

Jacob berhasil mangalihkan perhatian sebagian tentara kerajaan, ia juga berhasil melumpuhkan para tentara yang menghadangnya. Ditempat lain, diatas perahu kayu, Lian, pangeran bungsu dan gadis desa terus dikejar tentara kerajaan. Akhirnya rombongan pangeran bungsu menepi dan bersembunyi ke dalam hutan. Tentara kerajaan terus mengikuti mereka. Rombongan pangeran bungsu mendapatkan pertolongan dari pasukan misterius di tengah hutan. Semua tentara kerajaan yang mengejar mereka tewas. Jacob akhirnya tiba di hutan, namun ia pingsan karena luka parah oleh tebasan pedang di dadanya.

Jacob terbangun di dalam sebuah gua dengan mulut tersumpal, tangan dan kakinya di pegang dengan sangat keras, ternyata pasukan misterius yang menyelamatkan pangeran bungsu sedang mencoba mengobati dan menjahit luka besar di dada Jacob. Kembali Jacob pingsan karena menahan sakit. Saat terbangun, Jacob melihat sosok lama yang pernah sangat dekat dengannya. Gallain, guru dan rekan seperjuangan di masa lalu. Gallain yang dulu gagah dan rapi, kini berambut panjang penuh bekas luka dan kehilangan sebelah matanya karena serangan tentara kerajaan, begitu pula dengan istrinya yang merupakan penduduk setempat telah kehilangan lidahnya oleh keganasan tentara kerajaan. Jacob mengajak Gallain untuk membantunya menyelamatkan pangeran bungsu dari kejaran pangeran sulung yang hendak merampas stempel kerajaan dan mahkota pemerintahan. Gallain menolak dengan alasan tidak mau terlibat dengan kekerasan seperti yang dilakukan Jacob di masa lalu. Jacob menceritakan kejadian yang terjadi dahulu adalah bukan karena pedangnya, tapi karena ratu membunuh semua anaknya kemudian membunuh dirinya sendiri saat ia tiba ruangan kerajaan.

Salah seorang pengintai, anak buah Gallain melaporkan kedatangan rombongan tentara kerajaan. Gallain meminta semua anak buahnya untuk bersiap dan berikan perlawanan. Senjata dibagikan, bom di siapkan, jebakan juga disiapkan untuk menahan serangan tentara kerajaan. Gallain dan anak buahnya gagal menahan serangan tentara kerajaan karena kalah jumlah. Istri Gallain tewas dalam serangan tersebut. Gallain juga tewas sesaat kemudian. Tentara kerajaan berhasil menyergap Jacob, Lian dan pangeran bungsu.

Pangeran sulung berteriak memerintahkan pangeran bungsu untuk menyerahkan stempel kerajaan, namun pangeran bungsu menolaknya, dengan gusar dan marah ia mendekati pangeran bungsu hendak menikamnya. Lian yang melihat kejadian tersebut berusaha melerai, tapi justru Lian yang terluka oleh tusukan pedang pangeran sulung. Pangeran sulung yang tamak menantang Jacob bertarung 1 lawan 1. Jacob berhasil mengimbangi ketangkasan pangeran sulung menggunakan pedang kembarnya, namun Jacob terdesak karena ia dipanah oleh tentara kerajaan saat hampir memenangkan pertarungan. Salah seorang jendral berikan peringatan agar pertarungan berjalan seimbang dan akan menghukum siapapun yang melemparkan panah membantu pangeran sulung. Akhirnya Jacob berhasil mengalahkan pangeran sulung.

Jendra dan tentara kerajaan menunduk patuh pada pangeran bungsu. Tentara kerajaan mengobati Lian dan Jacob. Saat pulih dari luka, Jacob memilih untuk tidak ikut dalam pemerintahan, ia meletakkan pedangnya di makam Gallain dan pergi ke hutan seorang diri.

Selesai. Daftar isi 1001 Film di 1001Berita.com sepanjang 2014.

Film lainnya yang dibintangi oleh Nicolas Cage di tahun 2014: