EDGE OF TOMORROW

1001 Film di 1001Berita.com. EDGE OF TOMORROW, film fiksi yang menampilkan aktor Tom Cruise sebagai tokoh utama melawan invasi alien ke bumi. Ditemani aktris cantik Emily Blunt, mengajarinya cara mengalahkan alien dan cara menggunakan baju tempur modern. Film ini telah tayang pada pertengahan tahun 2014. Banyak aksi menegangkan di sepanjang film ini, tata suara dan tata gambar disajikan dengan sangat baik. Tercatat lebih dari 22 kali Tom Cruise mengalami kematian, hidup kembali dan mengulang pertempuran dari titik awal.

  • Produser : Jeffrey Silver, Erwin Stoff, Gregory Jacobs, Tom Lassally, Jason Hoffs
  • Produksi : Warner Bros. Pictures
  • Sutradara : Doug Liman
  • Tom Cruise sebagai Mayor william Cage
  • Emily Blunt sebagai Rita Rose Vrataski
  • Brendan Gleeson sebagai Jendral Brigham
  • Bill Paxton sebagai Sersan Farell
  • Noah Taylor sebagai Dr. Carter
  • Jonas Armstrong sebagai Skinner
  • Tony Way sebagai Kimmel
  • Kick Gurry sebagai Griff

Mayor william Cage yang biasanya tampil di berita-berita televisi menayangkan penggunaan peralatan tempur modern, dipanggil menghadap jendral Brigham untuk di terjunkan langsung ke titik terdepan medan perang menghadapi alien-alien yang menyerang bumi. Cage menolak untuk ditugaskan karena takut melihat darah, belum pernah dilatih perang dan belum pernah terjun langsung ke medan perang.

Cage terbangun dari pingsannya, ia telah berada diantara tumpukan tas ransel di pusat pelatihan dan pengiriman tentara. Ia dibangunkan oleh salah seorang tentara dan dibawa menghadap Sersan Farell. Dengan banyak alasan, Cage berusaha membujuk Farell untuk mengembalikan dia dan bertemu dengan jendral Brigham, namun Farell menolaknya dan berikan info pada anggota tim penyerangan bahwa Cage adalah tentara disertasi yang mengaku sebagai perwira dan menolak ditugaskan ke medan perang. Cage dikenalkan dengan tim barunya, terlihat Farell adalah atasan yang dikenal tegas dan disiplin.

Tim penyerang diberangkatkan menggunakan pesawat terbang, setiap tentara diperlengkapi dengan peralatan tempur canggih yang berupa rangka baja elektrik menyerupai rangka robot. Diatas pesawat kargo yang membawa tim penyerang menuju medan perang, Cage terlihat ketakutan dan belum mengerti cara penggunaan peralatan tempur yang digunakannya hingga ia seringkali mendapat ledekan dari teman-temannya. Tiba-tiba bagian tengah pesawat terkena bom, seluruh tentara diminta untuk terjun langsung dari ketinggian. Cage berhasil mendarat, ia merasakan langsung hiruk pikuk medan perang, ia melihat temannya tewas terkena pesawat jatuh, ia melihat banyak temannnya tewas dalam pertempuran melawan alien yang memiliki banyak tangan menyerupai gurita besar hitam menyeramkan. Akhirnya ia sendiri berhadapan langsung dengan alien, ia berhasil membunuh alien kecil yang keluar dari dalam tanah menggunakan senapan mesin. Tak lama kemudian datang mendekat alien yang jauh lebih besar. Cage melemparkan granat saat alien besar menyerangnya, dan alien hancur berkeping-keping hingga darah hitamnya menempel di sekujur tubuh Cage. Belum habis ketakutan Cage, di depannya telah hadir banyak alien kecil lainnya. Cage tewas oleh serangan Alien.

Cage terbangun diantara tumpukan tas ransel dalam keadaan pening dan bingung, ia merasa sudah pernah mengalami keadaan ini. Kali ini ia berusaha lebih keras membujuk sersan Farell untuk tidak mengirimkan dirinya dan tentara lainnya ke medan perang yang lebih menyerupai ladang pembantaian manusia oleh para alien. Usaha Cage tetap ditolak Farell, dan ia tetap diberangkatkan ke medan perang. Kejadian yang sama terulang, pesawat yang membawa tentara tertembak bom dan setiap tentara terjun langsung dari ketinggian. Kali ini Cage berhasil menyelamatkan rekannya yang di hidup sebelumnya tewas kejatuhan pesawat terbang. Cage melihat tentara wanita yang menjadi legenda karena keberanian dan ketangkasannya melawan alien. Rita Vrataski, tentara legenda tersebut, terlihat mahir menggunakan pedang besar untuk mengalahkan alien yang menyerangnya. Sesaat kemudian Rita tewas terkena ledakan pesawat dibelakangnya. Cage terkejut, ia tidak terkena ledakan pesawat, ia segera terlibat pertempuran, ia berhasil menolong beberapa temannya sebelum akhirnya tewas oleh serangan alien yang datang bersamaan.

Cage terbangun diantara tumpukan tas ransel dalam keadaan pening, ia yakin bahwa dirinya hidup kembali dan waktu berulang lagi. Ia berhasil mengingat dan menyampaikan ulang seluruh perkataan sersan Farell dan beberapa rekannya. Ia menyelamatkan rekan-rekannya dari hukuman Farell karena bermain judi kartu di barak istirahat. Kembali Cage diberangkatkan menuju medan perang. Kali ini mulutnya ditutup perekat karena dianggap terlalu banyak bicara. Kejadian berulang, pesawat terkena bom, semua terjun langsung. Cage berhasil menyelamatkan lebih banyak rekan-rekannya, kali ini dia berusaha menemukan Rita dan menyelamatkannya dari ledakan pesawat. Cage bertemu Rita, dan berteriak agar Rita segera berlari dari pesawat di belakangnya. Rita berkata pada Cage untuk menemuinya di ruang latihan. Pesawat meledak, Rita tewas. Cage terlibat pertempuran sengit dengan beberapa alien di depannya. Cage tewas oleh serangan Alien.

Cage terbangun diantara tumpukan tas ransel, ia teringat akan pertemuannya dengan Rita di kehidupan sebelumnya. Kali ini ia tidak berusaha melarikan diri dari medan perang, ia mengikuti latihan. Saat latihan lari mengelilingi pusat pelatihan ia berusaha keluar dari rombongan untuk menemui Rita di ruang latihan. Ia berusaha melewati kolong truk pembawa tentara, namun ia tewas tertabrak truk lainnya.

Cage terbangun diantara tumpukan tas ransel, ia teringat akan usahanya bertemu Rita. Kembali ia kabur saat latihan lari. Ia berusaha melewati kolong truk pembawa tentara, namun gagal dan tewas terlindas truk tersebut.

Cage terbangun diantara tumpukan tas ransel, ia teringat akan usahanya bertemu Rita. Kembali ia kabur saat latihan lari. Ia berusaha melewati kolong truk pembawa tentara, kali ini ia berhasil melewati kolong truk dan menemui Rita di ruang pelatihan senjata. Semula Rita tidak mengenal Cage dan menanyakan darimana mengenalnya dan alasan menemuinya. Cage berkata bahwa Rita yang mengundangnya datang ke tempat pelatihan. Rita menyadari bahwa Cage adalah orang ke 3 yang mewarisi kemampuan putar waktu dan hidup kembali jika tewas. Rita adalah orang ke 2 yang pernah memiliki kemampuan putar waktu dan hidup kembali, namun kemampuan tersebut sudah hilang. Pertemuan pertama di ruang pelatihan senjata, Rita terlihat kecewa dengan kemampuan Cage melewati robot senjata yang dibuat menyerupai serangan alien. Cage dilatih oleh Rita untuk menggunakan peralatan canggih yang dikenakan setiap tentara saat maju ke medan perang. Cage juga di latih untuk mengalahkan alien di ruang simulasi, namun Cage mengalami patah tulang. Cage tewas ditembak oleh Rita.

Cage terbangun diantara tumpukan tas ransel, ia kembali ke ruang pelatihan dan bertemu Rita. Berulangkali Cage gagal dan tewas ditembak oleh Rita, hingga akhirnya ia mahir menggunakan peralatan tempur canggih yang dikenakannya dan berhasil mengalahkan robot simulasi dengan mudah. Cage dibawa bertemu dengan Dr. Carter, seorang ahli perancangan senjata. Ternyata Dr. Carter adalah orang pertama yang pernah memiliki kemampuan putar waktu dan hidup kembali. Mereka mengatur strategi untuk melewati medan perang dan mengalahkan para alien. Mereka terjun ke medan perang, kali ini Cage membuat rekan-rekannya terkagum-kagum oleh karena kemahirannya menggunakan peralatan canggih dan keberaniannya menghadapi alien. Dengan mudah Cage dan Rita melewati medan perang yang berupa padang pasir. Rita dan Cage menggunakan truk menuju kota. Bensin habis, perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki. Baterai baju robot Rita habis. Mereka menemukan sebuah rumah dengan sebuah helikopter tergeletak di halaman depan. Rita mengajak Cage menggunakan helikopter tersebut untuk melanjutkan perjalanan menemukan sarang Alien. Cage berusaha mencegah, mengulur waktu dengan menawarkan Kopi, tidak bisa mengemudikan helikopter dan tidak menemukan kunci helikopter. Rita curiga dengan alasan Cage dan terus memaksa Cage melanjutkan perjalanan menggunakan Helikopter. Cage tidak bisa berbohong, dan ia berikan kunci helikopter pada Rita. Rita segera melepaskan semua tali-tali yang mengikat Helikopter. Cage berterus terang dan menceritakan bahwa mereka telah berulang kali mencoba menggunakan helikopter tersebut, namun Rita tewas di halaman rumah saat menyalakan mesin helikopter oleh serangan alien yang berada beberapa meter dari rumah tersebut. Rita berkeras hati untuk tetap menyalakan dan menggunakan helikopter tersebut, dan benar saja, sesaat mesin dinyalakan, beberapa alien datang menyerang, Rita terluka parah dan akhirnya tewas. Begitu pula dengan Cage.

Cage mengulang lagi hidupnya, kali ini ia memutuskan untuk menyelidiki sendiri keberadaan alien, tidak ke medan perang, melainkan ke kota. Cage melihat rombongan alien menyerbu pusat kota melalui sungai yang melintasi kota. Cage masuk ke sebuah bar, sempat berbicara dengan beberapa tamu bar, namun ia melihat kehancuran besar di depannya saat alien datang menyerang kota. Cage tewas dalam usahanya melawan alien di kota tersebut.

Cage mengulang lagi hidupnya, ia mendatangi Rita dan Dr Carter. Ia mengatakan pengalamannya di kehidupan sebelumnya bahwa usaha mereka adalah sia-sia karena alien berhasil menguasai kota. Dr. Carter berikan info tentang peralatan canggih yang pernah dibuatnya, namun tersimpan diruang jendral Brigham, dan dirinya dimutasi ke ruang perancangan dan pemeliharaan senjata karena dianggap sering berhalusinasi. Mereka merancang strategi untuk mengambil tabung rahasia di ruang kerja jendral Brigham. Dr Carter menceritakan tentang induk alien yang bernama Omega. Jika mereka dapat membunuh Omega, perang akan berakhir dan kemenangan akan diraih. Namun Omega selalu dilindungi oleh alien lainnya yaitu Alpha. Setiap orang yang pernah terkena darah Alpha akan dapat memutar balik waktu dan hidup kembali. Alpha dapat mengenali orang yang pernah terkena darahnya dan berusaha untuk membunuh orang tersebut. Kemampuan memutar balik waktu akan hilang jika darah orang tersebut tercampur oleh darah orang lain yang normal. Usaha dilakukan, mereka berhasil masuk kedalam ruangan jendral Brigham dan membujuknya memberikan tabung rahasia di brankas yang tersembunyi di balik tembok. Ternyata usaha membawa tabung rahasia bukanlah yang pertama kali, Cage mampu mengenal karakter Brigham yang keras kepala, detail keluarga sekretarisnya, isi laporan sekretaris bahkan susunan pengawal menuju ruang kerja Brigham. Cage dan Rita berhasil keluar dari ruang kerja Brigham, namun usaha mereka meninggalkan gedung di cegat oleh beberapa tentara dengan senjata lengkap di depan gedung. Mereka di tangkap dan diletakkan dalam ruang terpisah. Cage terbangun dari pingsan, berada di ruangan seperti rumah sakit dengan tangan dan kaki terikat, lengkap dengan infus darah. Cage berusaha melepaskan diri dari ikatannya namun tidak berhasil walaupun tempat tidurnya sudah terbalik. Secara mengejutkan datang Rita yang lebih dahulu telah berhasil meloloskan diri. Tak berapa lama datang penjaga keamanan berusaha menangkap mereka kembali. Rita hendak menembak Cage dengan maksud mengulang usaha mereka dari awal. Cage dengan cepat mencegah usaha Rita dan berikan info bahwa kemampuannya mengulang waktu telah hilang karena darahnya telah tercemar oleh darah orang normal. Menyadari bahwa kemampuan mereka tidak sebanding dengan usaha yang harus di lakukan, Cage menyarankan untuk memanggil rekan-rekannya, tim bentukan Farell. Cage mengawali usaha dengan menyusup masuk ke barak tim khusus dan berusaha meyakinkan mereka untuk bergabung dengan Cage dan Rita. Dengan kehadiran Rita, legenda sekaligus teladan, dengan mudah Cage mendapatkan dukungan dari rekan-rekan barunya. Mereka berangkat meninggalkan markas utama menuju pusat kota menggunakan pesawat terbang. Kedatangan mereka diketahui oleh para alien yang langsung berikan serangan. Pesawat mendarat darurat serta kehilangan kedua sayapnya. Hanya tersisa 5 orang saja dan mereka mulai kehabisan persediaan amunisi. 2 anggota tim memutuskan untuk berkorban dengan cara bertahan di sisi pesawat dan berikan perlawanan dengan sisa amunisi yang ada, sementara Cage, Rita dan 1 orang lainnya melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat yang hanya mampu melaju mendatar. Pesawat bergerak maju, Rita mengendalikan pesawat, Cage dan 1 orang lainnya memegang senjata menahan serbuan alien. Laju mereka terhenti tepat di tengah kota, dekat kubah yang merupakan persembunyian Omega. Sekarang hanya tinggal Cage dan Rita. Mereka berpamitan sekaligus membagi tugas, Cage yang terluka di kakinya karena terkena tembakan akan memburu Omega, sementara Rita akan mengalihkan perhatian Alpha yang sedang memburu mereka. Rita berlari menjauh dari Cage memancing Alpha untuk mengejar dirinya. Cage melihat Rita dari kejauhan telah menjadi korban keganasan Alpha segera menyelam menuju lubang persembunyian Omega. Cage membuka semua sisa kunci granat yang ada padanya dan melemparkannya tepat ke mulut Omega, dan granat meledak. Ledakan beberapa granat tersebut menghancurkan Omega hingga berkeping-keping, Cage ikut tewas terkena ledakan besar saat berusaha menjauh dari Omega. Darah hitam Omega tersembur keluar dan mengenai Cage.

Cage mengulang lagi hidupnya, tidak di antara tumpukan ransel di markas utama tentara penyerang, namun diatas helikopter yang membawanya menuju jendral Brigham. Masih dengan seragam perwira, Cage mendatangi ruang simulasi perang untuk menemui Rita.