1001 film di 1001Berita.com. Kembali ke saat Darth Vader masih hidup, sekilas cerita tentang asal senjata pemusnah massal, senjata penghancur planet yang di pasang di Death Star. Tayang pertama di bioskop-bioskop Indonesia pada 14 Desember 2016. Lebih banyak planet baru yang di tampilkan, lebih banyak tokoh baru dibandingkan film-film Star Wars sebelumnya. Great Movies You Must See.

Penonton bisa belajar lebih banyak tentang persahabatan dari Chirrut Îmwe dan Baze Malbus, para penjaga kuil suci di planet Jedda.

Penonton bisa belajar tentang  Persatuan dan kebersamaan dari para pembrontak walaupun berbeda-beda, mereka bisa bersatu dan bekerja sama untuk melawan penindasan dari Empire.

Penonton bisa belajar arti pengorbanan dan kasih orang tua pada anak-anaknya dari situasi yang di tampilkan oleh Gallen Erso dan Lyra Erso pada Jyn Erso.

  • Produser : Kathleen Kennedy, Allison Shearmur, Simon Emanuel
  • Sutradara : Gareth Edwards
  • Penulis : Chris Weitz
  • Produksi : Walt Disney Pictures
  • Felicity Jones sebagai Jyn Erso, tokoh utama
  • Mads Mikkelsen sebagai Gallen Erso, ayah Jyn
  • Valene Kane sebagai Lyra Erso, mama Jyn
  • Diego Luna sebagai Cassian Andor, tokoh utama
  • Alan Tudyk sebagai robot K-2SO
  • Riz Ahmed sebagai Bodhi Rook, pilot, utusan Gallen Erso
  • Donnie Yen sebagai Chirrut Îmwe
  • Forest Whitaker    sebagai    Saw Gerrera, pemimpin pemberontak di planet Jedda
  • Wen Jiang sebagai Baze Malbus, sahabat Chirrut
  • Ben Mendelsohn sebagai jendral Krennic, tokoh jahat

Diawali dengan penangkapan Gallen Erso di sebuah planet yang hijau, sunyi dan damai. Ia adalah kepala teknisi proyek pembuatan senjata pemusnah massal untuk Death Star. Dengan 1 kali tembakan, mampu menghancurkan 1 planet. Gallen meninggalkan pekerjaannya untuk bisa hidup tenang bersama dengan Lyra, istrinya dan putri kesayangan mereka, Jyn. Mereka berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun kedamaian mereka di renggut oleh Krennic dan pasukannya. Gallen telah meminta Lyra untuk bersembunyi bersama dengan Jyn, namun Lyra tampil saat Krennic hendak membawa Gallen. Lyra sempat menembak bahu Krennic namun ia juga terkena beberapa peluru dari pasukan yang mendampingi Krennic. Jyn sempat menyaksikan dari kejauhan saat mamanya tertembak dan terkapar tak berdaya, ia langsung berlari dan bersembunyi ke lubang rahasia di sebuah goa. Gallen di bawa oleh Krennic untuk menyelesaikan pembuatan senjata penghancur planet.

Singkat cerita, Jyn telah menjadi gadis cantik. Ia berada dalam sebuah pesawat, sebagai tawanan. Saat mendarat, pesawat mereka di bajak oleh beberapa orang tak dikenal, para pembrontak. Mereka membawa Jyn bertemu dengan para pembrontak lainnya. Cassian, nama pria pembrontak, seorang pilot pesawat yang selalu di temani robot K-2SO, milik Empire yang telah di reset. Cassian diutus oleh kepala pembrontak untuk pergi ke planet Jedda, menemukan keberadaan Gallen Erso dan menembakknya agar proyek pembuatan senjata Death Star tidak selesai.

Cassian dan Jyn tiba di planet Jedda yang tandus dan panas. Belum lama mereka berada di sana, terjadi tembak menembak antara kelompok pembrontak pimpinan Saw Gerrera dengan pasukan Empire lengkap dengan tank-tank besar. Tak sengaja, mereka terpaksa ikut dalam baku tembak saat Jyn mencoba menyelamatkan seorang anak yang terjebak di tengah jalan di antara para pembrontak dan pasukan Empire. Saat Cassian dan Jyn terkepung dan terdesak oleh pasukan Empire, mereka di tolong oleh Chirrut dan Baze, para penjaga kuil suci. Mereka berhasil mengalah pasukan Empire namun mereka di tangkap oleh kelompok pembrontak.

Para pembrontak membawa dan memasukkan mereka ke dalam tahanan. Cassian bertemu dengan Bodhi, pilot pesawat Empire yang membelot, pembawa pesan Gallen pada Gerrera. Jyn di bawa pada Gerrera, ternyata Gerrera adalah kepala kelompok pembrontak yang paling ditakuti dan diperangi oleh Empire. Gerrera juga orang yang telah menyelamatkan dan membesarkan Jyn namun terpisah. Jyn dan Gerrera membuka kotak rahasia berisi pesan hologram dari Gallen yang dibawa oleh Bodhi. Pesan tersebut berisi cara menemukan peta petunjuk titik terlemah Death Star, lokasi untuk menghancurkan Death Star. Tiba-tiba tanah bergetar hebat. Ternyata Darth Vader telah memerintahkan untuk menghancurkan planet Jedda dengan senjata rancangan Gallen. Gerrera memutuskan untuk menetap di planet yang sedang hancur. Jyn, Cassian, Bodhi, Chirrut, Baze dan K-2SO berhasil meninggalkan planet tersebut dengan selamat sambil menyaksikan kehancuran planet Jedda dari jendela pesawat. Mereka terbang menuju markas gabungan para pembrontak, di planet lainnya.

Jyn ikut dalam rapat para pemimpin aliansi pembrontak. Keinginan Jyn untuk menyerang Death Star di tolak oleh sebagian peserta rapat. Hasil rapat memutuskan unuk menolak usulan menyerang Death Star. Cassian beserta 9 orang pembrontak lainnya tetap mendukung Jyn, begitu pula dengan Chirrut, Baze  dan Bodhi. Mereka berangkat menuju planet perakitan senjata pemusnah massal, namun Cassian mendapat pesan dari pemimpinnya untuk menembak Gallen dimanapun berada. Hanya 1 pesawat yang berangkat.

Mereka tiba di planet tujuan saat cuaca sangat buruk, saat hujan deras di sertai guntur. Pesawat yang mereka tumpangi kandas karena salah satu sayapnya terbakar. Cassian tiba di lokasi bidikan tembak jarak jauh. Ia mendapatkan titik yang tepat untuk menembak Gallen, namun ia melihat Jyn telah berada di sana, di kejauhan. Tampak Krennic sedang menembak para teknisi, anak buah Gallen, dengan tuduhan telah menjadi mata-mata dan mengirimkan pesan pada pembrontak. Sebuah bom meledak, Gallen tewas, namun sempat bertemu dan berbicara dengan Jyn. Krennic selamat dari ledakan tersebut. Bodhi menjemput Jyn dan Cassian.

Selanjutnya mereka menyerang planet biru yang indah. Planet dengan sistim keamanan yang canggih. Mereka lolos dari gerbang utama karena menggunakan pesawat curian milik Empire dan K-2SO berhasil meretas sistim komputer. Rogue One adalah nama samaran yang mereka gunakan saat  mendarat. Mereka mendarat dengan aman dan berhasil merampas pakaian penjaga yang sedang masuk memeriksa kapal. Jyn,  Cassian dan K-2SO masuk ke ruang penyimpanan data. 9 orang lainnya berpencar memasang bom di berbagai sudut kota. Bodhi diminta untuk tetap di pesawat, untuk memancarkan pesan ke pembrontak lainnya. Usaha Jyn dan  Cassian diketahui oleh pasukan penjaga saat mereka berada di dalam ruang data. K-2SO mengorbankan dirinya untuk mengunci pintu masuk menuju ruang data. Jyn dan  Cassian memecahkan kaca dan memanjat rak data karena semua pintu telah terkunci.
Cassian memerintahkan bom untuk diledakkan sebagai pengalihan. Bom meledak di berbagai tempat. Pasukan pembrontak yang jumlahnya hanya sembilan mendapatkan serangan balasan yang lebih besar dan lebih canggih. Robot-robot raksasa juga dikerahkan untuk membasmi para pembrontak.  Chirrut dan Baze  gugur.

Jyn berhasil mengambil kepingan data. Sekarang ia menuju pusat pemancar data di atas gedung sekaligus mengarahkan pemancar secara manual. Data tidak bisa dikirimkan karena langit telah di blokir oleh sistim keamanan. Kericuhan tersebut diketahui oleh para pembrontak lainnya. Aliansi pembrontak mengirimkan bantuan untuk menolong Cassian. Benteng pertahanan di langit berhasil di dobrak dengan cara mendorong kapal induk hingga menabrak 2 kapal besar yang merupakan pintu menuju planet tersebut.

Jyn sempat mengarahkan antena pemancar, namun ia dihalangi oleh Krennic. Jyn tertembak. Disaat yang tepat, datang Cassian menolong. Jyn memasukkan keping data dan melakukan broadcast ke arah langit. Salah satu pesawat pembrontak yang berhasil menerima dan menyalin data mendapat serangan langsung dari Darth Vader. Pesawat pembrontak lainnya yang ditumpangi oleh Putri Leia berhasil menerima, menyalin dan mengamankan data.

Darth Vader memerintahkan untuk menghancurkan planet tersebut dari Death Star. Jyn dan Cassian tinggal di tempat dan menyaksikan kehancuran besar menerpa mereka.