Hachiko

1001 Film di 1001Berita.com. Hachiko sebuah film yang diangkat dari kisah nyata seekor anjing dan tuannya. Film keluaran tahun 2009 dengan Richard Gere sebagai Profesor Parker Wilson, tokoh utama pemilik Hachiko. Keluaran 2009.

Hachiko seekor anjing jepang berjenis akita. Bermula saat Profesor Parker Wilson pulang kerja, dia melihat seekor anjing yang sedang kebingungan dan tersesat, Profesor itu lalu menghampiri anjing tersebut dan membawanya kepetugas penjaga kereta api untuk menitipkannya dan berfikir mungkin pemiliknya akan mencarinya sampai esok hari...namun petugas penjaga tidak dapat menerimanya. Sampai akhirnya anjing tersebut dibawa pulang kerumah oleh profesor sampai bertemu dengan pemiliknya yang mungkin mencari anjingnya tersebut.

Sesampainya Profesor di rumah, anjing tersebut disembunyikan peofesor agar tidak diketahui oleh istrinya Kate (Joan Allen). Namun anjing pintar dan lucu itu sangatlah aktif. Sampai akhirnya anjing itu keluar dari persembunyiannya dan diketahui oleh istri Profesor.

Adu mulut antara Profesor dan istri tak terhindarkan, mau tak mau dan dengan terpaksa anjing itu dipindahkan ke gudang dekat taman halaman rumah profesor.

Keesokan harinya putri Profesor Andy wilson (Sarah Roemer) berfoto bareng dengan anjing itu lalu berkata kepada ayahnya "aku suka sekali anjing ini, siapa namanya ? ", namun profesor belum menjawab, sang istri menjawabnya terlebih dulu "itu tamu sementara". namun permintaan sang anak dan profesor untuk memelihara anjing itu tidak diizinkan oleh istri profesor. Sampai akhirnya Istri profesor membuatkan selebaran kabar tentang anjing hilang untuk memberikan info kepada sang pemilik yang mungkin mencarinya.

Profesor pergi menyebarkan selebaran info keteman-teman terdekatnya untuk mencari dan menemukan pemilik anjing itu. Disaat profesor menyebarkan dan mencari siapa orang yang mau menitipkannya untuk sementara namun tak ada yang bisa sampai akhirnya anjing itu dibawa profesor pergi bekerja.

Profesor pergi bertemu temannya yang mengerti bahasa jepang, karena sisa jejak dari anjing itu hanya selembar kertas alamat yang tersobek yang bertuliskan huruf Jepang dikandangnya yang rusak. Teman Profesor berkata "ini bukan anjing sembarangan Parker, Ini anjing jenis Akita. jenis langka", lalu teman Profesor melihat kalung dileher anjing tersebut "Hachi". Profesor bertanya "Apa?", "dalam Bahasa Jepang berarti angka 8, angka keberuntungan".

Sesampainya di rumah Profesor bermain dengan anjing tersebut. Profesor berbicara pada istrinya untuk bisa memelihara Hachi, namun istrinya bersikeras tidak ingin memeliharanya. Pada saat Profesor berbicara dengan istrinya lalu mencari Hachi. Profesor kaget karena Hachi merusak pekerjaan istrinya. Lalu sang istri kate pun marah.

Disaat malam hari terjadi angin kencang lalu Profesor memindahkan Hachi yang tinggal di gudang ke dalam rumahnya sambil mencari info tentang Hachi yang seekor anjing Akita yang langka.

Keesokan harinya, Profesor bermain dengan Hachi di halaman rumah. Kate melihatnya begitu bahagianya Profesor bermain dengan Hachi dan putrinya. Dan akhirnya Kate mengizinkan Hachi tinggal di rumahnya.

Sampai akhirnya Hachi beranjak dewasa, tanpa diduga saat profesor ingin pergi berangkat bekerja Hachi mengikutinya. Disaat profesor baru duduk didalam gerbong kereta profesor melihat Hachi dan akhirnya profesor mesti memulangkan Hachi terlebih dahulu.

Disaat jam pulang kerja Hachi menjemput profesor distasiun, banyak orang-orang sekitar yang menyapanya. Hachi menunggu Profesor di bundaran taman dekat stasiun. saat Profesor keluar stasiun Hachi menghampiri Profesor, orang-orang sekitar heran dan merasa kagum dengan Hachi.

Disetiap hari kerja profesro pergi dan pulang selalu Hachi mengantar dan menjemputnya, kadang disaat menuju stasiun banyak juga warga sekitar yang memberikan hachi makan. Pada suatu harinya saat profesor pulang kerja dia tidak melihat Hachi di bundaran satsiun, lalu profesor pergi menuju tempat dimana istrinya bekerja dan menanyakan kepada Kate apakah Kate melihat Hachi. setelah berjumpa Kate, Profesor pulang kerumah dan menemukan Hachi di gudang yang sedang menggonggong karena melihat seekor Skunk (Sigung) lalu profesor mengusir Skunk tersebut. Disaat Profesor ingin menutup skunk, kardus yang digunakannya jatuh bersamaan dengan Profesor dan pada akhirnya Skunk itu menyemprotkan bom bau ke arah Profesor lalu Skunk itu pergi meninggalkan Profesor dengan rasa tanpa bersalah.

Disaat Kate pulang kerja dia melihat pakaian Profesor berserakan dan menuju kamar mandi lalu Kate melihat Profesor yang sedang mandi bersama Hachi membersihkan badan karena terkena bom bau Skunk, dan keesokan harinya,,,Putri Profesor dan Kate datang untuk memberitahukan kabar gembira bahwa mereka akan menjadi kakek dan nenek, karena Putri mereka Andy tengah hamil mengandung anak pertama. Profesor merasa bahagia begitu pula dengan Kate.

Seperti biasa Profesor pulang bekerja Hachi menjemputnya. Naman pada pagi harinya saat Profesor mengajak Hachi untuk mengantarkannya ada yang berbeda dengan Hachi, dia berputar-putar seperti ingin mengatakan sesuatu ke Profesor namun Profesor kurang mengerti dan menggubriskannya begitu saja. Profesor pergi berangkat sendiri ke stasiun, lalu Hachi kembali ke gudang dan mengambil bola mengejar profesor ke stasiun. Sesampainya di Stasiun Hachi menghampiri Profesor dan mengajaknya main lempar bola sebentar, disaat bermain lemparan bola itu, Profesor merasa senang karena itu kali pertamanya Hachi mau bermain bola, sungguh Profesor sangat senang. Namun Profesor tak bisa bermain lama karena Profesor mesti pergi bekerja tetapi Hachi bersikeras tetap ingin bermain bola. Profesor pun pergi naik kereta meninggalkan Hachi. Hachi mengikutinya sampa didalam stasiun. sambil menatap arah kereta pergi menjauhi stasiun.

Ditempat profesor bekerja, Profesor terkena serangan jantung yang mengakibatkan Profesor meninggal dunia. Hachi yang berdiri menunggu pulang Profesor tidak tahu bahwa Proesor telah tiada. Hachi hanya berdiri di bundaran stasiun untuk menunggu datangnya Profesor hingga larut malam. Sampai akhirnya Hachi dijemput pulang oleh suami dari putri Profesor. Rumah Profesor dikala itu berkabung. Hachi yang tidak tahu apa-apa hanya bisa terdiam di gudang.

Esok harinya pun Hachi pergi kestasiun untuk menunggu datangnya Profesor. Sampai larut malam Hachi tidak beranjak pergi meninggalkan stasiun. Wajah Hachi begitu muram, begitu sedih tertampak di wajahnya karena tidak melihat Profesor yang muncul dari balik pintu stasiun.

Rumah Profesor pun akhirnya dijual. Hachi pun tinggal bersama putri Profesor. Sesampainya di rumah baru Hachi begitu murung tidak seperti biasanya yang begitu aktif dan ceria. Saat suami Andy pulang melihat pintu rumah terbuka Hachi lalu pergi kabur meninggalkan rumah Andy menuju rumah lama Profesor untuk menanti dan bertemu Profesor. saat menuju ruamh profesor, Hachi beristirahat di bawah gerbong kereta yang sudah tidak terpakai. Pagi harinya tiba hachi bangun dari istirahatnya dan menuju rumah lama Profesor. Sesampainya disana Hachi melihat dua orang lalu Hachi meninggalkannya pergi menuju stasiun. Orang sekitar heran, mengapa Hachi duduk di Bundara itu lagi, mereka mendatangi Hachi dan memberi makan Hachi. Tak lama Andy dan suaminya pun datang untuk menjemput Hachi dan membawanya pulang kerumah.

Di rumah Andy, Hachi hanya terdiam dan murung. Sampai akhirnya Andy merelakan Hachi pergi walaupun sebenarnya Andy sangat sayang dan ingin memelihara Hachi.
Hachi lalu meninggalkan Andy dan menuju stasiun untuk menunggu dan bertemu kedatangan Profesor walau Profesor sudah tiada.

Kesetiaan Hachi menunggu kedatangan Profesor menjadi buah bibir orang-orang sekitar sampai akhirnya ada seorang reporter yang ingin menjadikan Hachi sebuah berita, hingga akhirnya orang-orang tahu kabar tentang Hachi melalui koran berita setempat.

Sudah setahun lebih Hachi menanti datangnya Profesor duduk di bundaran depan stasiun. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, musim berganti musim Hachi tetap setia menanti datangnya Profesor.

10 tahun sudah berlalu, Istri mendiang Profesor datang untung berziarah ke makam suaminya. Saat Kate ingin pulang. Ia melihat Hachi yang sedang duduk di bundaran stasiun menunggu Profesor. Kate menghampiri Hachi dan memeluk Hachi, orang-orang sekitar yang melihat menjadi sedih dan terharu.

Di malam hari yang begitu dingin serta salju yang turun, Hachi beranjak dari tidurnya di bawah gerbong kerta dan berjalan menelusuri dinginnya malam menuju bundara stasiun. Hachi duduk termenung di bundaran stasiun menanti dan kembali menanti datangnya Profesor. Sampai akhirnya Hachi meninggal dunia di malam yang dingin disertai turunnya salju.

Sebuah patung akhirnya dibuat untuk mengenang Hachi sebagai anjing yang setia terhadap tuannya.

Jadi, begitu ceritanya. Sungguh film yang membuat air mata tak tertahankan untuk menetes. Film yang sangat bagus yang mengajarkan tentang arti kesetiaan, kasih sayang, pengorbanan.

Penulis: Darul Rohman