Star Trek Into Darkness

1001 Film di 1001Berita.com. J.J. Abrams kembali melahirkan masterpiece movie, yaitu seri layar lebar terbaru Star Trek Into Darknes. Film ini baru masuk di bioskop-bioskop Indonesia pada 15 Mei 2013 yang lalu, dan penulis beruntung sempat menyaksikan film ini di Grand Indonesia pada kamis malam. Alur cerita sangat bagus, tidak bisa ditebak. Efek visual sangat luar biasa, terutama saat SS Enterprise keluar dari laut dan terbang ke atas gunung, dan masih ada beberapa karya luar biasa lainnya. Agar tidak penasaran akan penulis uraikan alur cerita dalam film ini.

Diawali dengan aksi pengejaran suku primitif terhadap kapter Kirk dan dokter Bones di planet Nibiru, karena kapt Kirk mengambil lembaran kitab suci milik penduduk asli. Akhirnya Kapt Kirk dan dr Bones berhasil lolos dari kejaran dan melompat ke laut menuju SS Enterprise yang sedang parkir di dasar laut. Di tempat lain, masih di planet Nibiru, Spock, Uhura dan Sulu sedang berusaha memadamkan ledakan gunung berapi dengan teknologi yang canggih. Pesawat yang ditumpangi mereka terlalu dekat dengan dasar gunung yang penuh dengan lava pijar siap yang siap meledak, dan pesawat kecil yang mereka tumpangi terlalu panas, akhirnya diputuskan untuk menurukan Spock ke dasar gunung dan meletakkan koper pendingin lava pijar. Pesawat kecil tidak kuat dengan panas lava pijar dan mulai overheat, dan tali pengikat Spock dengan pesawat kecil itu putus, Spock berdiri di atas batu besar, seorang diri di dasar gunung berapi yang penuh dengan lava pijar. Putus hubungan komunikasi dengan pesawat kecil itu yang segera kembali ke SS Enterprise di dasar laut. Uhura yang juga pacar Spock merasa sangat panik. Akhirnya komunikasi dengan Spock kembali aktif, dan Uhura berusaha untuk meminta Spock kembali dengan cara menariknya menggunakan SS Enterprise, tapi Spock tidak mau di selamatkan dan memiliih untuk mengorbankan dirinya daripada melanggar peraturan Starfleet untuk menampakkan SS Enterprise pada penduduk primitif di planet Nibiru. Jika Gunung purba ini meletus, seluruh penduduk penghuni planet Nibiru diperkirakan musnah oleh ledakannya.

Kapt Kirk memutuskan untuk melanggar peraturan Starfleet dan menyelamatkan teman dan perwira pertamanya yaitu Spock. SS Enterprise yang sangat besar meluncur keluar dari dasar laut, disaksikan oleh penduduk primitif. Di dasar gunung, Spock sudah membuka koper pendingin dan dia sudah pasrah dengan keadaan, dan datang penyelamatan dari SS Enterprise menarik Spock, di saat yang sama gunung purba yang sedang meledak dengan dahsyat tiba-tiba saja menjadi dingin dan beku, dan daerah di sekitar gunung mengalami hujan salju. SS Enterprise kembali ke orbit bumi, dan awaknya kembali ke bumi.

Di tempat lain, di bumi, ditampilkan sebuah keluarga yang ayahnya merupakan karyawan dari Starfleet sedang mengalami kedukaan karena putri mereka sedang terbaring sakit parah di rumah sakit. Ketika sang ayah sedang terdiam karena sedih dan putus asa, datang sosok misterius yang menawarkan bantuan untuk menyembuhkan sakit anaknya. Sosok misterius itu adalah John Harrison, bekas anggota Starfleet yang membelot. Menggunakan sedikit darah John Harrison, akhirnya anak dari karyawan starfleet itu berhasil di sembuhkan, sebagai bayarannya, karyawan tersebut harus melakukan bom bunuh diri di salah satu sarana militer canggih milik Starfleet. Boom.. gedung canggih yang merupakan sarana perakitan senjata canggih itupun meledak.

Kapt Kirk dipanggil menghadap atasannya, Admiral Pike. Kap Kirk mendapat teguran keras, Kirk tidak lagi menjadi Kapt atas SS Enterprise, dan Spock tidak lagi menjadi perwira pertamanya. Kirk di putuskan untuk kembali ke Akademi Starfleet. Ternyata Spock melaporkan semua kejadian di planet Nibiru secara jujur, kejujuran yang harus di bayar dengan mahal. Kirk bersikeras bahwa pelanggaran nya demi menyelamatkan salah satu anak buahnya yang terperangkap di dasar gunung berapi. Kirk frustasi, dia menghabiskan waktunya minum bir di sebuah klab malam. Tak berapa lama datang Admiral Pike menemui, menasehati dan mengangkatnya menjadi Perwira Pertama di SS Enterprise, dengan Admiral Pike sebagai kapten. Tiba-tiba panggilan khusus datang, Admiral Pike dan Kirk diminta ikut hadir dalam rapat khusus di kantor pusat Starfleet.

Pertemuan di kantor pusat Starfleet membahas penyerangan terhadap fasilitas militer canggih dan rahasia di seksi 31 di London. Pertemuan itu dipimpin oleh Admiral marcus. Di informasikan kepada peserta rapat bahwa penyerangan di rencanakan oleh bekas agen Starfleet yang bernama John Harrison. Kirk merasa akan ada serangan lagi, karena John Harrison adalah bekas agen handal Starfleet dan sudah mengenal prosedur dan peraturan yang ada di Starfleet. Baru saja Kirk hendak menyampaikan kekuatirannya, datang John Harrison menggunakan pesawat tempur kecil dan menembaki semua peserta rapat. Admiral Pike tewas terkena tembakan, walaupun sempat coba diselamatkan oleh Spock. Kirk berhasil menghancurkan pesawat kecil John Harrison menggunakan selang pemadam kebakaran darurat yang menempel di kantor pusat Starfleet. Pesawat kecil itu jatuh dan hancur, namun John Harrison berhasil menyelamatkan diri menggunakan transporter portable ke daerah tersembunyi di planet lain. Kirk sangat bersedih atas tewasnya Admiral Pike yang sangat berjasa atas karir dan kepribadiannya. Kerusakan parah terjadi di kantor pusat Starfleet, dan seorang staf menemukan perangkat transporter portable milik John Harrison. Dari transporter portable itu diketahui letak persembunyian John Harrison adalah di daerah di luar kekuasaan Starfleet yaitu di wilayah angkasa Klingon.

Kirk mengajukan diri kepada Admiral Marcus untuk menangkap John Harrison. Admiral Marcus mengangkat Kirk menjadi kapten atas SS Enterprise dan memberikan misi baru untuk melacak dan membunuh John Harrison yang bersembunyi di Kronos, wilayah angkasa Klingon. Untuk misi yang baru ini, SS Enterprise dilengkapi dengan senjata canggih terbaru yaitu torpedo poton dengan kemampuan tembak jarak jauh, sebanyak 72 buah. Scooty, kepala teknik SS Enterprise menolak penempatan torpedo poton dengan alasan penggunaannya yang sangat berbahaya bagi SS Enterprise. Scooty memaksa Kirk untuk memecatnya daripada memasang torpedo poton di SS Enterprise, dan Kirk akhirnya memecat Scooty dengan terpaksa.

Dalam perjalanan, menyusup Dr Carol marcus, seorang ahli senjata yang ternyata adalah anak dari Admiral Marcus. Spock, Dr Bones dan Uhura menyarankan Kapt Kirk untuk menangkap John Harrison dan menyerahkan pada Federasi di bumi, dan tidak membunuh John Harrison, seperti yang diperintahkan oleh Admiral Marcus. Chekov ditunjuk untuk menggantikan Scooty dan menjaga ruang mesin. Uhura ditunjuk untuk menjadi kapten SS Enterprise untuk sementara waktu. Kapt Kirk, Spock, Uhura dan beberapa awak SS Enterprise menanggalkan seragam, mengganti dengan pakaian biasa untuk menyamar ke Kronos menggunakan pesawat angkasa yang lebih kecil untuk menghindari perang besar yang mungkin terjadi antara Federasi dengan Klingon akibat perburuan John Harrison.

Ketika tiba di wilayah angkasa Klingon, pesawat kecil yang ditumpangi Kapt Kirk terdeteksi radar pesawat patroli Klingon dan terjadi pengejaran. Pesawat kecil kapt Kirk berhasil dipaksa turun oleh kepungan pesawat perang dari armada tempur Klingon. Uhura memberanikan diri untuk menjadi negosiator dengan bangsa Klingon karena dia mengerti dan bisa menggunakan bahasa Klingon. Negosiasi terjadi, namun perwakilan bangsa Klingon tidak perduli dan berusaha untuk membunuh Uhura. Di saat genting, datang John Harrison menyelamatkan Uhura. Terjadilah tembak menembak, antara tentara Klingon melawan Kapt Kirk dan awak kapalnya. John Harrison berhasil memukul mundur dan mengalahkan tentara Klingon. Kapt kirk melihat dan berusaha menangkap John Harrison. John Harrison menyerahkan diri kepada Kapt Kirk tanpa syarat, karena Kapt Kirk mengancam akan menyerang John Harrison dengan 72 torpedo photon terbaru dan tercanggih.

Rombongan kecil penangkap John Harrison kembali bergabung dengan SS Enterprise. John Harrison ditempatkan dalam penjara kaca dan diperiksa oleh dokter Bones. Kapt Kirk melaporkan kepada Admiral Marcus bahwa mereka berhasil menangkap John Harrison, dan akan membawa dan menyerahkannya ke bumi. Dalam perjalanan, John Harrison mengungkapkan identitas aslinya yaitu  Khan Noonien Singh, seorang tentara super hasil rekayasa genetik yang telah di bangunkan oleh Admiral Marcus dari tidur panjang selama 300 tahun di kapsul tidur. Khan di bangunkan untuk membantu merancang pesawat ruang angkasa yang canggih untuk perang melawan Klingon. Khan meminta Kap Kirk untuk memeriksa isi dari senjata Poton Torpedo. Di SS Enterprise tidak ada seorangpun yang dapat dan berani membuka Poton Torpedo, akhirnya Spock memberikan petunjuk bahwa dalam SS Enterprise ada seorang ahli senjata yang dapat membantu, yaitu Dr Carol Marcus. Dengan pesawat kecil, Dr Carol Marcus dan Dr Bones membawa sebuah poton torpedo ke planet tanpa penghuni dan mencoba membuka senjata canggih Poton Torpedo yang berupa kapsul besar. Insiden kecil terjadi, tangan Dr Bones terjepit pintu pengaman Poton Torpedo, beruntung Dr Carol berhasil mencabut kunci pemicu. Mereka berdua terkejut setelah membuka bagian paling dalam senjata canggih tersebut ternyata adalah manusia yang dalam keadaan tidur selama lebih dari 300 tahun. Mereka segera kembali ke SS Enterprise.

Belum sempat melanjutkan perjalanan ke Bumi, SS Enterprise di hadang oleh SS Vengeance, sebuah pesawat tempur Federasi dengan ukuran 3x lebih besar dari SS Enterprise dengan senjata yang jauh lebih canggih, dan memiliki 2x kecepatan Warp SS Enterprise. Di dalam SS Vengeance ada Admiral Marcus sebagai kapten. Admiral Marcus meminta Kapt Kirk untuk membunuh Khan atau SS Enterprise akan di hancurkan dengan seluruh awaknya. Kapt Kirk menolak menyerahkan Khan karena melanggar peraturan Federasi. Kapt Kirk memerintahkan untuk kabur ke bumi dengan kecepatan penuh. Tapi bisa dikejar dengan mudah oleh SS Vengeance. Admiral Marcus menembakkan senjatanya ke SS Enterprise hingga rusak parah. Tapi tiba-tiba SS Vengeance lumpuh, karena di sabotase oleh Scooty yang telah menyusup kedalam SS Vengeance saat Kapt Kirk memintanya untuk memeriksa lokasi pembangunan SS Vengeance atas informasi Khan. Kapt Kirk dan Khan menyusup ke SS Vengeance bertemu dengan Scooty, namun berhasil di ketahui oleh awak SS Vengeance, terjadi pertarungan dan berhasil di menangkan oleh Khan dan Kirk. Akhirnya mereka berhasil menerobos ke anjungan kapal dan bertemu dengan Admiral Marcus yang sangat marah dengan tindakan Kirk. Di lain tempat, di SS Enterprise, Spock meminta bantuan ayahnya Spock Senior untuk informasikan identitas Khan. Ternyata Khan adalah tentara perang yang sangat kuat dan bengis, dan pernah terlibat perang langsung dengan ayahnya, Spock Senior. Terlambat, Khan berhasil membunuh Admiral Marcus, menyandera Dr Carol Marcus dan Kirk, serta mengambil alih SS Vengeance. Dengan kekuatan besar yang dimiliki dirinya dan SS Vengeance ditangannya, Khan mengancam akan menghancurkan SS Enterprise jika Spock tidak menyerahkan 72 Poton Torpedo yang berisi anak buahnya di masa lalu. Spock menyerahkan 72 Poton Torpedo, setelah sebelumnya mengosongkan ke 72 anak buah Khan yang masih tertidur dalam kapsul tidur. Spock segera mengambil Kirk, Dr Carol Marcus dan Scooty dengan transpoter sebagai barter atas 72 Poton Torpedo.

72 Poton Torpedo di ambil oleh Khan menggunakan transporter, dia marah karena Poton Torpedo sudah kosong, tidak berisi anak buahnya, dan boom... Poton Torpedo meledak dengan dahsyat dan menghancurkan SS Vengeance. Kepingan besar SS Vengeance tertarik gravitasi bumi, ternyata Khan masih hidup. SS Enterprise tidak bisa berfungsi, tidak bisa bergerak, akhirnya Kirk mengorbankan dirinya masuk kedalam ruang mesin yang terkena radiasi untuk menyalakan mesin. Dan berhasil pemicu tenaga SS Enterprise berhasil dihidupkan dengan tendangan kaki Kirk. SS Enterprise hidup kembali, namun Kirk tidak bisa keluar dari ruang mesin karena Spock dan Scooty tidak mau membahayakan seluruh awak SS Enterprise karena Kirk terkontaminasi radiasi berbahaya dari ruang mesin. Kirk sekarat, Spock menangis sedih karena tidak mampu berbuat banyak dan kehilangan temannya. Spock mengira Kirk sudah mati. Sebelumnya Kirk sempat mengatakan bahwa semua awak kapal SS Enterprise adalah rekan kerja sekaligus keluarganya yang harus dilindunginya.

Spock kembali ke anjungan dan menjadi kapten untuk SS Enterprise, meminta Uhura dan Sulu untuk scanning jarak jauh terhadap SS Vengeange untuk mengetahui apakah Khan masih hidup, dan ternyata benar, Khan masih hidup. Segera Spock meminta Sulu untuk melakukan tranporter dirinya ke lokasi Khan berada. Ditempat lain, di SS Vengeance, Khan menggunakan sisa-sisa tenaga di SS Vengeance untuk mengarahkan lokasi jatuh ke kantor pusat Federasi di bumi. Kepanikan besar terjadi, penduduk melihat SS Vengeange sudah memasuki atmosfir bumi dan boom... SS Vengeance jatuh ke air di dekat jembatan San Francisco, dan terus bergeser ke daratan, menghajar dan menghancurkan gedung-gedung besar yang di lintasinya. Khan berhasil melompat dan menyelamatkan diri dari SS Vengeance yang sedang bergeser ke tengah kota. Tak berapa lama Spock muncul di tengah kota dekat dengan arah kaburnya Khan, terjadilah pengejaran Khan oleh Spock. Khan kabur melompat ke pesawat kecil yang sedang lepas landas, Spock mengikutinya dan berhasil melompat ke pesawat kecil yang sama. Khan terus berusaha kabur ke pesawat kecil lainnya, dan Spock tetap berhasil mengikutinya. Terjadilah pertarungan sengit antar Khan dengan Spock di atas pesawat kecil yang sedang bergerak melayang.

Di tempat lain, di SS Enterprise, Dr Bones yang sedih melihat Kirk terbujur kaku mendapatkan inspirasi untuk menggunakan darah Khan sebagai obat untuk menyembuhkan Kirk, karena percobaannya menggunakan darah Khan pada binatang kesayangannya berhasil. Dr Bones mengabarkan kepada rekan-rekan nya di anjungan untuk menangkap Khan dalam keadaan hidup dan mengambil darahnya untuk mengobati Kirk. Sulu dan Uhura tidak berhasil menangkap Khan menggunakan Tranporter, karena Khan dan Spock sedang terlibat pertarungan sengit, akhirnya Uhura di kirim untuk menghentikan pertarungan mereka. Uhura berhasil melumpuhkan Khan dengan beberapa tembakan dan segera membawa Khan kembali ke SS Enterprise.

Simak tips ngopi di bioskop

Akhir cerita, Kirk kembali sehat dan menjadi kapten untuk SS Enterprise. Kapt Kirk berpidato kepada semua pilot Starfleet dan mengenang tewasnya Admiral Pike. Kapt Kirk kembali ke SS Enterprise dengan semua kru yang sama dan menjalani misi eksplorasi ruang angkasa, seperti tujuan semula pilot Starfleet yang di ajarkan oleh Admiral Pike. Khan kembali diletakkan dalam kapsul tidur dengan 72 rekan-rekannya.

Produser : J.J. Abrams, Alex Kurtzman, Bryan Burk, Damon Lindelof, Roberto Orci
Produksi : PARAMOUNT PICTURES
Sutradara : J.J. Abrams
Situs     : startrekmovie.com