1001 Wisata di 1001Berita.com. 17 Agustus 2012 yang lalu, penulis mendapatkan kesempatan untuk pulang kampung dan menikmati kota Yogyakarta. Penulis menginap di salah satu hotel di sudut jalan Malioboro selama 2 malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Wonosari. Setelah puas keliling Malioboro dengan delman, penulis berjalan kaki menuju pasar Beringharjo. Dari sisi depan pasar beringharjo, tampak jajanan pecel, es cendol, bakpia dan mainan anak-anak. Duduk sebentar sambil menikmati es cendol dan lalu lalang becak di jalan. Masuk ke dalam pasar beringharjo, ada kesan inilah 'Surga Batik'. Baju batik dan kain batik untuk anak kecil, remaja dan dewasa dengan aneka motif lengkap tersedia disana. Model yang dipajang tidak kalah dibandingkan baju-baju mahal di mal. Harga yang ditawarkan juga relatif lebih murah dengan kualitas yang cukup bagus. Mau yang harga puluhan ribu ? ada. Mau yang sampai jutaan rupiah juga ada. Mau beli satuan ? boleh. Mau beli grosiran atau sekaligus banyak juga bisa. Tidak hanya baju, tampak juga toko yang menjual tali pinggang, dompet, celana, blangkon, sendal dan aneka kerajinan tangan.
Pasar Beringharjo


Pasar Beringharjo bisa di jangkau dengan banyak cara. Dari stasiun Tugu, menyeberang menuju jalan Malioboro kemudian bisa berjalan kaki menyusuri trotoar di sisi kiri Malioboro terus hingga bertemu bangunan bercat hijau dengan pintu masuk seperti gerbang kecil. Tidak kuat jalan kaki atau malas jalan kaki ? Naik becak aja dan bayar 5000 rupiah, jangan lupa sebelum naik becak bicarakan dulu tarifnya, biar sama-sama enak. Selain becak masih ada alternatif naik delman, naik ojek motor atau naik bus, jarak dekat dan hanya lurus. Kalau takut nyasar atau kelewatan jauh, jangan malu untuk bertanya pada para pedagang atau pejalan kaki lainnya, mereka akan menjawab dengan jelas dan ramah. Tidak bisa bahasa jawa juga bukan alasan untuk takut bertanya atau sekedar ngobrol dengan mereka, gunakan saja bahasa Indonesia, pasti di jawab juga. Bahkan sering penulis melihat turis luar negeri berbincang-bincang dengan pemuda-pemudi di sana menanyakan arah atau hendak membeli dagangan menggunakan bahasa Inggris.
Pasar Beringharjo


Sekilas tentang pasar Beringharjo, ternyata dahulu pasar Beringharjo merupakan hutan beringin. Beringharjo adalah nama yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, raja dan gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada masa itu. Bering artinya 'pohon beringin' dan Harjo artinya 'kesejahteraan', hutan beringin diubah menjadi pasar yang diharapkan bisa memberikan kesejahteraan. Sekarang, pasar Beringharjo menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wisata budaya dn wisata belanja di Yogyakarta. Serasa belum pernah ke Yogyakarta kalau belum mengunjungi pasar Beringharjo.

Berikut adalah lirik lagu Yogyakarta yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara.

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati