Statuta Cinta.

Statuta/anggaran dasar hubungan cinta antar sesama manusia dewasa: 1). Harus didasari niat baik atau itikad. 2). Hanya boleh dilakukan oleh sepasang anak manusia yang sudah dewasa secara jiwa, raga, maupun kantong. 3). Harus mau dan mampu saling menghargai. 4). Harus berdasarkan kemauan serta kemampuan untuk saling memaafkan dengan kesadaran, bahwa tidak ada manusia sempurna di segala bidang di dunia yang fana dan penuh misteri ini. 5). Harus mau dan mampu secara baik, jujur, sabar, dan ramah saling melengkapi. 6). Tidak boleh mengecilkan hati pasangannya dengan mengungkit-ungkit kelemahan maupun kesalahannya di masa lalu, bahkan bagi pasangannya yang salah satu maupun kedua-duanya mantan narapidana sekalipun. 7). Dianjurkan untuk mencurigai diri sendiri (berintrospeksi) secara baik dan jujur terlebih dahulu, sebelum mencurigai atau apalagi menuduh pasangannya secara emosional atau tidak rasional. 8). Harus sama-sama punya inisiatif dan kreativitas untuk menghindari berbagai godaan fisik maupun mental, sehingga kedua-duanya bisa dan boleh tetap saling bersikap setia dalam bentuk kata2, cita2 maupun fakta sampai perjodohan yang sudah dipersatukan oleh Tuhan Yang Mahaesa dipisahkan hanya oleh Tuhan Yang Mahakuasa saja. 9). Dilarang keras memakai jasa atau intervensi dukun. 10). Dilarang memupuk cinta dengan pupuk kimia atau pupuk kandang.